Menkes : Ukuran Celana Jeans 33-34 “Cepat Menghadap Allah”

depositphotos 115448890 stock illustration abdomen fat overweight man with

Satusuaraexpress.co | Jakarta – Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut salah satu masalah utama kesehatan di Indonesia adalah obesitas. Ia menyebut, hal tersebut bisa diketahui dari lingkar pinggang seseorang.

Menurut standar Kementerian Kesehatan RI, ukuran lingkar pinggang yang normal bagi pria adalah 90 cm ke bawah.

Budi mengaitkan ukuran lingkar pinggang itu dengan ukuran celana jeans. Bila laki-laki lebih dari 33, artinya sudah tidak sehat.

Baca juga : PPATK Sebut Transaksi Judol Wilayah Jakarta Alami Kenaikan dari Peringkat Lima Menjadi Peringkat Dua

“Pokoknya laki-laki kalau beli celana jeans masih di atas 32-33. Ukurannya berapa celana jeans? 34-33. Udah pasti obesitas. Itu menghadap Allahnya lebih cepat dibandingkan yang celana jeansnya 32,” kata Budi kepada wartawan di acara peluncuran Pasukan Putih Jakarta, Rabu (14/5/2025).

“Saya bukannya body shaming, tapi emang artinya begitu,” sambung Menkes.

Lantas seperti apa data obesitas di Indonesia?

Menurut survei Kemenkes tahun 2023, sebanyak 23,4 persen penduduk dewasa di Indonesia ternyata mengalami obesitas.

Baca juga : PMI Jak-ut Beri Sembako Dan Selimut Ke Korban Kebakaran Pademangan Barat

Angka ini menunjukkan bahwa hampir satu dari lima orang dewasa usia di atas 18 tahun memiliki kelebihan lemak tubuh yang berisiko terhadap kesehatan.

Dalam keterangannya, Kemenkes menjelaskan obesitas erat kaitannya dengan pola makan tidak sehat, seperti konsumsi makanan berlebihan, frekuensi makan tidak teratur. Serta tingginya asupan makanan manis, berlemak, dan gorengan.

“Obesitas tidak hanya soal penampilan, tetapi berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis seperti jantung, diabetes, dan hipertensi,” tulis Kemenkes.

Data menunjukkan prevalensi obesitas tertinggi terjadi pada perempuan usia 40–44 tahun, yakni 41,7 persen, disusul kelompok usia 45–49 tahun dengan 41,1 persen. Angka terendah berada di usia 19 tahun, yakni 9,8 persen. Kelompok usia 20–39 tahun mencatat angka obesitas antara 16 hingga 38 persen.

Baca juga : Pramono Anung Dukung Penerapan IPA Mookervart sebagai Implementasi Teknologi Modern Pam Jaya

Pada laki-laki, obesitas paling banyak terjadi pada usia 45–49 tahun (19,3 persen), diikuti usia 40–44 tahun (19,2 persen). Sementara angka terendah juga ditemukan pada usia 19 tahun, yaitu 7,2 persen.

Kemenkes mengimbau masyarakat menerapkan pola makan seimbang, rutin beraktivitas fisik minimal satu jam per hari, serta menjaga kesehatan mental. Pencegahan obesitas, menurut Kemenkes, memerlukan dukungan kolektif dari keluarga, komunitas, hingga lingkungan kerja.

“Langkah pencegahan harus dilakukan sedini mungkin agar masyarakat dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari beban penyakit jangka panjang,” tulis Kemenkes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *