Satusuaraexpress.co | Jakarta – Sosok ramah itu tutup usia saat acara silaturahmi Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDI Perjuangan DKI Jakarta di Jakarta International Velodrome.
Hadir pada acara tersebut Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno, juga sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan.
Brando lahir pada 21 September 1977. Segudang pengalaman organisasi dimilikinya, mulai dari Ketua Himpunan Mahasiswa Fisip Universitas Parahiyangan dan Ketua Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa Unpar.
Baca juga : Siswa Kelas 1 SD di Tangerang Selatan Raih Dua Medali Emas di Ajang Olimpiade Matematika Internasional
Semasa hidupnya, Brando juga pernah menjadi Sekjen Perhimpunan Alumni Kolase Kanisius Jakarta, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara, dan Ketua DPD Taruna Merah Putih DKI Jakarta.
Legislator dari Fraksi PDIP ini meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Jakarta Timur pada usia 48 tahun.
Ia dikabarkan wafat setelah terjatuh saat menyampaikan sambutan sebagai ketua panitia kegiatan Halal Bihalal partainya di Jakarta International Velodrome (JIV), Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (27/4) siang.
Baca juga : Ilmuwan Universitas California Klaim Temukan Warna Baru Bernama “Olo”
Sebelum meninggal, Brando diketahui sempat naik ke atas panggung memberikan sambutan. Namun, sesaat kemudian, ia secara tiba-tiba terjatuh dan dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang turut hadir dalam acara itu mengabarkan, Brando Susanto telah meninggal dunia. Kabar ini diucapkan di tengah-tengah sambutannya.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, sahabat kita, teman kita, ketua panitia kita, kita saksikan bersama tadi memberikan sambutan. Saya mendapatkan kabar kalau sahabat kita Brando meninggal dunia,” ujarnya.
Baca juga : Solo Diusulkan Menjadi Provinsi Baru Bernama Daerah Istimewa Surakarta
Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengajak seluruh tamu yang hadir dalam acara bersama-sama mendoakan almarhum Brando Susanto. Ia juga mengimbau semua pihak melanjutkan semangat perjuangan yang telah ditunjukkan Brando hingga akhir hayatnya.
“Kita tidak boleh menyerah. Kita harus tetap bekerja. Karena apa yang dilakukan sahabat kita Brando merupakan contoh bagi kita semua. Beliau bekerja sampai dengan akhir hayat,” tegasnya.
Sebagai informasi, rencananya, jenazah almarhum Brando Susanto disemayamkan di Rumah Duka Carolus, Ruang Petrus C dan D.













