Satusuaraexpress.co | Jakarta – Hasto Kristiyanto dijadwalkan akan menjalani sidang perdana pada Jumat (14/3) di Pengadilan Tipikor Jakarta. PDI Perjuangan (PDIP) menunjuk 17 pengacara untuk membela Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam kasus suap dan perintangan penyidikan terkait buronan Harun Masiku.
Sosok yang disorot adalah mantan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, serta Eks pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis.
Dalam konferensi pers di DPP PDIP, Febri menyebut dakwaan KPK terkesan seperti dioplos. Ia menilai ada sejumlah kekeliruan, di mana dalam dakwaan dicantumkan bahwa seolah-olah Hasto pernah bertemu dengan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam kunjungan tak resmi.
Baca juga : Polres Jaksel bersama Insan Pers Berbagi Kebahagiaan dan Buka Puasa Bersama
Menurutnya, itu bertentangan dengan fakta persidangan putusan untuk Wahyu Setiawan.
“Sebenarnya sangat jelas tidak ada peran Pak Hasto Kristiyanto yang kemudian bisa membuat Pak Hasto dijerat sebagai pemberi suap dan seluruh sumber dana yang diberikan pada Wahyu Setiawan menurut putusan tersebut, fakta hukum yang sudah diuji di persidangan tersebut itu bersumber dari Harun Masiku,” ujar Febri.
Megawati Intruksikan Kader Turun ke Bawah
Tidak hanya menyiapkan belasan kuasa hukum, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kadernya untuk turun ke bawah menjelang sidang pembacaan dakwaan terhadap Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP, I Wayan Sudirta usai bertemu Megawati di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis sore.
Baca juga : Eks Kapolres Ngada Cabuli Tiga Anak Dibawah Umur, Video Kekerasan Seksual Dijual ke Luar Negeri
“Ibu (Megawati) menekankan turun ke bawah,” kata Wayan kepada awak media.
Sementara itu, anggota Komisi II DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus mengaku pertemuan itu membahas terkait rencana Kongres PDIP 2025.
“Biasa konsolidasi, nanti komisi yang lain semua, karena kita mau kongres kan. Jadi perlu banyak masukan untuk memperkaya nanti kongres kita,” jelas Deddy.













