Satusuaraexpress.co | JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Dimana, setengah populasi anak di Indonesia sudah pernah mengakses konten pornografi.
Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan ada sebanyak 50,3 persen anak Indonesia pernah mengakses konten pornografi di internet. Dengan ini, Indonesia menempati peringkat ke-4 di dunia. Namun tak disebut tahun berapa data ini diambil.
“50,3% anak-anak telah mengambil konten seksual di internet, Indonesia salah satu yang tertinggi di dunia, tertinggi keempat di dunia,” ungkap Meutya Hafid, Selasa (4/2/2025).
Baca juga : Amankan 56 Pria Saat Pesta Seks LGBT, Polisi Temukan Alat Kontrasepsi serta Obat Anti-HIV
Ia mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi penggunaan internet pada anak. Salah satunya dengan menetapkan batasan penggunaan internet.
“Saya juga mengerti bahwa orang tua selalu berupaya memberikan batasan tertentu dalam penggunaan internet, ini sudah dilakukan oleh para orang tua. Namun data bicara, 22% anak-anak bahkan tidak menaati aturan orang tua mengenai durasi online mereka,” ungkap Politikus Golkar tersebut.
Meutya mengatakan, kementeriannya telah menerapkan system analytic management dan navigasi Saman untuk menghapus konten-konten negatif dengan muatan pornografi.
Baca juga : Sanksi Tegas Diberikan Kapolrestabes Semarang bagi Anggota yang Melanggar Aturan Hukum
Lebih jauh, kata dia, teknologi ini berbasis AI dengan memungkinkan respons cepat dalam waktu 1×4 jam sampai 1×10 jam untuk memerintah platform men-takedown konten tersebut.
“Jadi Bapak-Ibu, Saman ini adalah aturan yang kita mulai jalankan per Februari ini yang mengatur agar platform jika kita sudah beri alert. Bahwa mereka menayangkan konten pornografi anak maka jika dalam waktu 1×4 jam tidak diketahui konten takedown mereka dapat dikenakan sanksi,” ujar dia.













