Petugas Damkar Lebak Mediasi Pasangan Suami Istri yang Terlibat Keributan

1000950179
Di markas Damkar, keduanya kemudian dimediasi oleh petugas dan dinasihati agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Satusuaraexpress co | Banten – Pada Sabtu malam, 15 Februari 2025, markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lebak di Rangkasbitung menjadi tempat yang tidak biasa. Seorang perempuan mendatangi petugas Damkar dengan permohonan bantuan untuk menengahi perselisihan dengan suaminya yang diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Perempuan tersebut mengaku dipukul oleh suaminya di lokasi tempat ia berjualan di depan Gedung DPRD Lebak. “Ibu tersebut datang ke markas, minta tolong untuk dibantu karena sudah dipukul oleh suaminya sendiri,” kata Rian, petugas Damkar Lebak yang menerima laporan tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, petugas Damkar yang sedang piket segera menyanggupi permintaan ibu tersebut untuk menasihati suaminya agar tidak melakukan tindakan KDRT lagi. Saat suaminya didatangkan ke markas Damkar, diketahui bahwa penyebab cekcok itu karena suaminya terbakar api cemburu. “Suaminya yang dilaporkan memukul istrinya tersebut ternyata cemburu oleh istrinya yang dekat dengan lelaki lain sehingga terjadi keributan,” jelas Rian.

Di markas Damkar, keduanya kemudian dimediasi oleh petugas dan dinasihati agar tidak lagi mengulangi perbuatannya. “Anggota Damkar mencoba untuk menenangkan keduanya dan suami istri tersebut diimbau agar tidak membuat keributan di tempat umum dan menyelesaikan masalahnya di rumah,” ucap Rian.

Peristiwa ini menunjukkan peran Damkar yang tidak hanya terbatas pada pemadaman api, tetapi juga sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik domestik di masyarakat.

[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *