Salurkan KUR ke Pekerja Migran Maksimal Rp100Juta, Komitmen KemenP2MI Sejahterakan PMI

IMG 20250110 WA0002
Menteri Karding menerima aspirasi purna PMI di Desa Ciparagejaya, Karawang.

Satusuaraexpress.co | Karawang – Suasana akrab terlihat pada pertemuan antara Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Abdul Kadir Karding dengan purna PMI di Karawang, Jawa Barat.

Duduk bersama dibawah bangunan yang serba kayu, Menteri Karding menerima aspirasi purna PMI di Desa Ciparagejaya, Karawang. Di tengah kesibukannya, Menteri Karding meminta pada jajarannya untuk membuat pertemuan dengan para purna PMI. Beliau ingin secara langsung mendengar permasalahan yang dialami oleh para purna PMI.

Di malam yang hangat itu, Menteri Karding juga menyampaikan program-program dari Kementerian P2MI. Seperti diketahui, sejumlah program telah direncanakan pihaknya untuk memberdayakan kembali purna PMI di kampung halamannya masing-masing. Menteri Karding, telah mempertimbangkan kesejahteraan sejak dari keberangkatan hingga masa berakhirnya kerja Pekerja Migran Indonesia (PMI) pulang ke Tanah Air atau purna.

Baca : Segini Harta Kekayaan Kadis Perindagkop UKM yang Aniaya Warga

“Tugas KP2MI adalah mengurus PMI mulai sebelum berangkat, selama bekerja, dan setelah pulang pun masih kita urus, plus keluargannya. Nanti purna PMI akan kita sentuh dengan banyak program program pemberdayaan, salah satunya dengan kegiatan usaha,” kata Karding didepan para purna PMI.

Menimbang perlunya persiapan menghadapi pensiun dengan matang untuk purna PMI, Menteri Karding yang menampung keinginan purna PMI berkomitmen menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 6 % untuk membantu kesejahteraan mereka setelah pensiun.

“Nanti akan kita bantu cara menjual yang baik, manajemen yang baik, akses permodalan dengan bunga yang rendah. Kita akan carikan akses modal, kita sudah sepakat dengan Kementerian Prekonomian dan UKM untuk disiapkan skema KUR maksimum 100 juta dengan bunga 6% setahun,” ujarnya.

IMG 20250110 WA0003
Momen : Menteri P2MI foto bersama dengan para purna PMI di Karawang.

Menteri Karding pun mengingatkan agar PMI yang berangkat ke luar negeri melewati jalur prosedural sehingga namanya terdata setelah pensiun mendapatkan sentuhan KUR 6 %. Dengan demikian, purna PMI itu akan mendapatkan program-program dari Kementerian P2MI yang sifatnya berkelanjutan.

“Kepala desa dapat mendata siapa saja warganya yang akan mau usaha. Semua yang akan berangkat kerja ke luar negeri harus diketahui kepala desa. Harus lewat yang prosedural, kita akan ikutkan pelatihan,” kata Karding.

Sementara, Anggota DPR Komisi IX, Obon Tabroni mengatakan Karawang merupakan kawasan industri terbesar yang menhadapai problem warganya sulit mencari kerja. Banyak dari warganya, lanjut dia, memilih menjadi PMI dan berharap diperhatikan kesejahteraannya sampai masa purna seperti gagasan Menteri Karding tersebut.

“Pilihan menjadi PMI adalah pilihan terakhir bagi mereka, karena sulitnya lapangan pekerjaan. DPR dan Pemerintah akan berkolaborasi dan sinergi untuk pelindungan dan kesejahteraan PMI. Kami berharap program ini dapat terlaksana dengan baik dalam bentuk pemberdayaan PMI Purna untuk berusaha,” ujar Obon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *