Satusuaraexpress.co | Jakarta – Tragedi kecelakaan pesawat Boeing 737-800 milik Jeju Air yang terjadi pada Minggu, (29/12/2024) kini memasuki babak baru. Dua awak kabin (pramugara-pramugari) yang selamat dari kecelakaan yang menewaskan 179 tersebut, Lee (33) dan Koo (25), menjadi sasaran fitnah, kritik tajam dan kebencian dari netizen Korea Selatan.
Warga memberi ancaman kepada Lee dan Koo, termasuk keluarganya dan menyuruh keduanya mengakhiri hidup sebagai “kompensasi” atau “tanggung jawab” karena hanya mereka berdua yang selamat, sementara ratusan penumpang lainnya tewas.
Berdasarkan informasi dari Uss Missouri Rebuild, Korea Selatan diketahui menjadi salah satu negara dengan tingkat kasus bullying tertinggi di dunia. Dalam banyak insiden besar, netizen sering menyalahkan korban selamat, menuduh mereka “menyelamatkan diri sendiri” tanpa memikirkan nasib orang lain.
Baca : Anggarkan Rp 3,2 Triliun Untuk Cek Kesehatan Gratis, Mulai Efektif Februari 2025
Kecelakaan tersebut diketahui terjadi di Bandara Muan, Provinsi Jeolla Selatan, setelah pesawat yang membawa 181 penumpang gagal mendarat akibat masalah roda pendaratan sebagai dampak dari bird strike.
Lee dan Koo berhasil dievakuasi dari bagian ekor pesawat yang terbakar, namun kini keduanya harus menghadapi tekanan berat dari masyarakat.
Saat ini, keduanya dirawat intensif di rumah sakit yang berbeda. Lee mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya, sementara Koo mengalami cedera pada pergelangan kaki dan kepalanya.













