No Viral, No Justice, Buntut Kasus Anak Bos Roti Polres Metro Jakarta Timur Didemo

IMG 20241220 103005 scaled
Polres Metro Jakarta Timur didemo Pemuda Pengawal Reformasi.

Satusuaraexpress.co | Jakarta – Buntut kasus anak Bos Roti, Kantor Kepolisian Polres Metro Jakarta Timur digruduk pengunjuk rasa. Puluhan pendemo dari Pemuda Pengawal Reformasi menduduki serta menutup akses keluar masuk Polres Metro Jakarta Timur.

Massa mulai mendatangi Polres Metro Jakarta Timur sekitar pukul 10.30 WIB. Massa berjalan dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Kawal Presisi No Viral No Justice Copot Kapolres Jaktim”.

Koordinator Aksi Jaringan Pemuda Pengawal Reformasi, Agil Maulidan mengatakan lambatnya Polres Jaktim dalam menangani laporan penganiayaan yang dilakukan oleh anak bos roti terhadap karyawannya menjadi catatan buruk dalam penegakan hukum di Indonesia dan menjadi bukti gagalnya Presisi yang digaungkan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

“Bisa jadi, jika tidak viral maka kasus ini akan hilang tertelan waktu tanpa ada proses hukum yang adil terhadap pelaku. Maka miris jika No Viral No Justice benar-benar terjadi di Indonesia, ” kata Agil, Jumat (20/12/2024).

IMG 20241220 102654 scaled

Menurutnya, reformasi penegakan hukum melalui Presisi menjadi gagal total. Sementara, permintaan maaf oleh Kapolres Jaktim tidak ada gunanya dengan alasan apapun. Kasus ini menjadi tragedi yang memilukan dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Presisi yang menjadi slogan Kapolri dinilai mampu mengembalikan kembali kepercayaan masyarakat terhadap instansi kepolisian. Namun dengan kejadian lambatnya penganganan laporan ini maka kepercayaan itu kembali runtuh, ” terangnya.

Seperti diketahui, kasus penganiayaan terhadap korban Dwi Ayu Darmawati (19) oleh anak bos roti bernama George Sugama Halim sempat viral. Terlebih pelaku yang mengklaim bahwa dirinya kebal hukum. Kemudian respon pihak kepolisian yang dinilai lambat. Dimana pelaku baru ditangkap setelah viral.

IMG 20241220 102616 scaled

Kasus penganiayaan oleh anak bos roti ini menjadi satu bukti tidak profesionalnya penanganan kasus di Polres Jaktim dan diduga masih banyak kasus lain yang tidak ditangani dengan cepat. Tentu, ini tidak bisa dibiarkan karena rakyat yang mencari keadilan akan sangat dirugikan.

Kapalri sudah jelas mengatakan “Ikan busuk mulai dari kepalanya” ketegasan Kapolri harus dibuktikan dengan menindak tegas anak buahnya yang lalai dan lambat dalam memberikan pelayanan terhadap rakyat.

Maka dengan ini kami mendesak:

1. Mendesak Kombes Nicolas Ary Lilipaly untuk Mengundurkan Diri sebagai Kapolres Jaktim karena Gagal Menjalankan Presisi untuk Penegakan Hukum di Indonesia.

2. Mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Segera Copot Kapolres Jaktim Kombes Nicolas Ary Lilipaly karena Gagal Menjalankan Presisi dalam Kasus Penganiayaan oleh Anak Bos Roti.

4. Mendesak Kapolri untuk Mengavaluasi semua Jajaran Polres Jaktim karena tidak Mampu Menjalankan Presisi dengan Baik.

5. No Viral, No Justice telah Merusak Citra Baik Instansi Kepolisian Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *