Satusuaraexpress.co | JAKARTA – M Ridwan sempat kelimpungan mencari putranya bernama Gibran Hanan yang hilang. Gibran sudah beberapa hari ini tidak pulang ke rumah. Ridwan pun hanya bisa menyerahkan nasib anaknya kepada Allah SWT.
Berbagai upaya terus dilakukan oleh Ridwan untuk menemukan keberadaan putranya. Meski usianya sudah 8 tahun, namun Gibran tidak seperti anak pada umumnya. Gibran adalah anak berkebutuhan khusus (tunawicara). Hal itulah yang membuat Ridwan kebingungan.
Tak henti-hentinya Ridwan mengucapkan rasa syukur setelah bertemu kembali dengan putranya. Beberapa kali Ridwan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada warga yang membantu serta jajaran Kepolisian. Suasana pun mendadak haru bercampur senang.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Ari dan semua yang membantu. Berkat kepedulian warga dan pihak kepolisian, anak saya bisa kembali dengan selamat,” kata Ridwan, Kamis (12/12/2024).
Ya, selain mencari di sekitaran tempat tinggal, Ridwan juga melapor ke pihak Kepolisian. Mendapat laporan tersebut, polisi bergerak cepat melakukan pencarian. Upaya pencarian yang melibatkan Kepolisian dan masyarakat ini pun membuahkan hasil.
Keberadaan Gibran ditemukan. Ia berada di rumah seorang warga bernama Harun di Kampung Kayu Besar, Gang Damai II, RT 05/08, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis (12/12/2024). Sehingga, polisi segera menuju lokasi yang dimaksud.
Baca : Pohon Tumbang di Wisata Monkey Forest Tewaskan Dua WNA, Satu Luka-Luka
Kapolsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Moch Taufik Iksan, menjelaskan bahwa kasus ini mulai terang setelah informasi kehilangan Gibran dipublikasikan melalui akun Instagram @siehumaspolsekkembangan dan @polres_jakbar.
Sebelum dibawa ke rumah warga, lanjut Taufik, Gibran ditemukan di sekitar kolong tol Meruya Selatan dekat Kampus Mercu Buana oleh seorang warga bernama Ari Irmawan, pada Rabu (11/12/2024), sekitar pukul 17.00.
“Saat ditemukan, saudari Gibran bersama seorang kakek yang tidak dikenal. Karena khawatir dengan kondisi Gibran yang tunawicara dan tidak bisa menjelaskan siapa dirinya, Pak Ari berinisiatif membawanya ke rumah untuk melindungi dari tindak kejahatan,” terang Taufik.
Baca : Pelaku Pelecehan Anak Yatim Masih Berkeliaran, Netizen : “Harus Pakai Uang Biar Cepat”
Selanjutnya, kata Taufik, Ari Irmawan berkoordinasi dengan Ketua RW 08, Rahmad, untuk menyebarkan informasi penemuan anak melalui grup WhatsApp dan Facebook.
Upaya ini mendapat respons cepat ketika seorang tetangga, Rizal, mengenali Gibran dari pengumuman kehilangan yang sebelumnya diposting oleh pihak kepolisian.
“Pak Ari kemudian menghubungi nomor orang tua anak tersebut dan melaporkan penemuan kepada kami. Penjemputan dilakukan dengan didampingi oleh jajaran Binmas dan Reskrim Polsek Kembangan,” tuturnya.
Atas kejadian ini, Taufik menghimbau agar para orangtua lebih ketat mengawasi putra putrinya. Terlebih anak tersebut berkebutuhan khusus. Akan sulit untuk menggali informasi darinya.













