Berita  

Kim Jong Un Resah Angka Kelahiran Rendah, Ibu-ibu pun Dikumpulkan di Pyongyang

Screenshot 20231206 082036 Instagram

Satusuaraexpress.co – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memanggil mengumpulkan ibu-ibu di Pyongyang untuk menyampaikan persoalan yang sedang dihadapi soal angka kelahiran anak yang rendah.

“Mencegah penurunan angka kelahiran dan pengasuhan anak yang baik adalah tugas rumah tangga yang perlu kita tangani saat bekerja dengan para ibu,” kata Kim dilansir dari di media pemerintah KCNA, Rabu 6 Desember 2023.

Kim Jong Un memanggil ribuan ibu-ibu ke Pyongyang pada akhir pekan untuk memperingatkan tentang “masalah yang semakin meningkat” dengan perilaku “anti-sosialis” di kalangan anak muda dan penurunan angka kelahiran nasional.

Kim menekankan perlunya melahirkan lebih banyak anak dan mematuhi standar pemerintah dalam membesarkan anak pada hari pembukaan Pertemuan Nasional Para Ibu Kelima pada hari Minggu.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan pada Senin bahwa acara tersebut diadakan untuk perempuan yang telah membesarkan “pilar negara yang dapat diandalkan.” Perempuan juga disebut sebagai pahlawan wanita yang melahirkan banyak anak dan ibu yang mengasuh anak yatim.

Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa pada tahun 2023, tingkat kesuburan, atau jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang wanita di Korea Utara, berada pada angka 1,8. Selama beberapa dekade terakhir, angka kelahiran di Korea Utara terus menurun.

Tingkat kesuburan masih lebih tinggi dibandingkan beberapa negara tetangga Korea Utara, yang juga sedang bergulat dengan tren penurunan jumlah anak. Korea Selatan mengalami penurunan tingkat kesuburan ke rekor terendah 0,78 tahun lalu, sementara Jepang mengalami penurunan menjadi 1,26.

Menurunnya angka kelahiran di Korea Selatan telah menyebabkan kekurangan dokter anak. Semenntara satu kota menggelar acara perjodohan untuk meningkatkan angka kelahiran.

Korea Utara, yang berpenduduk sekitar 25 juta orang, dalam beberapa dekade terakhir juga harus menghadapi kekurangan pangan yang serius, termasuk kelaparan mematikan pada tahun 1990an. Kekurangan pangan sering kali disebabkan oleh bencana alam seperti banjir yang merusak hasil panen.

Menurunnya angka kelahiran di Korea Selatan telah menyebabkan kekurangan dokter anak. Semenntara satu kota menggelar acara perjodohan untuk meningkatkan angka kelahiran.

Korea Utara, yang berpenduduk sekitar 25 juta orang, dalam beberapa dekade terakhir juga harus menghadapi kekurangan pangan yang serius, termasuk kelaparan mematikan pada tahun 1990an. Kekurangan pangan sering kali disebabkan oleh bencana alam seperti banjir yang merusak hasil panen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *