Heru Budi Hartono Bakal Ganti Slogan DKI Jakarta, Tuai Sejumlah Kritik Menohok

20221007 182556
Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono saat memberikan keterangan pers di Sulawesi Tenggara, Selasa (27/9/2022).(dok.Sekretariat Presiden)

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana mengubah slogan ‘Kota Kolaborasi’ yang diusung Anis Baswedan saat menjabat sebagai gubernu menjadi ‘Sukses Jakarta untuk Indonesia’.

Menurut Pemprov DKI, Slogan itu bakal digunakan setelah ada Surat Keputusan Gubernur DKI. Namun, untuk logo PlusJakarta, tidak diubah.

“Tidak ada logo baru menggantikan logo PlusJakarta. Namun, terkait dengan slogan Sukses Jakarta untuk Indonesia, Pemprov DKI Jakarta akan mempersiapkan Surat Keputusan (SK) Gubernur untuk penggunaan slogan tersebut ke depannya,” kata Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta Raides Aryanto dalam keterangan tertulis, Senin (12/12/2022).

Rencana Heru Budi Hartono mengubah slogan DKI Jakarta justru menuai sejumlah kritik. Salah satu kritik datangnya dari seorang novelis Okky Madasari.

Menurutnya Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Dia menyebut kemungkinan pergantian slogan lebih didasari kebencian Penjabat saat ini terhadap pejabat sebelumnya.

Dia juga mempertanyakan kewenangan Penjabat yang tak punya mandat dari rakyat untuk melakukan pergantian slogan.

“Lebih dari itu, apakah Plt/pejabat pengganti/pejabat tunjukan, ini tak bisa memahami sekaligus menahan diri bahwa ia tak punya mandat dari rakyat?,” tandasnya.

Kritik berikutnya datangnya dari Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. Dia menilai Heru Budi Hartono buruk terkait komunikasi publik.

Gembong menyebut, ke depannya komunikasi publik Heru perlu diperbaiki agar kebijakannya tidak menimbulkan polemik. Menurut dia, sebenarnya ada sisi positif dan negatif dari rencana perubahan slogan Jakarta.

Akan tetapi, slogan baru Jakarta bisa dicap negatif imbas dari buruknya komunikasi Kepala Sekretariat Presiden itu.

“Tujuannya bagus tapi karena komunikasinya lemah, maka jadinya tidak bagus, sederhana toh,” ujar anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD DKI ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *