Wisma Atlet Penuh!, Ambulans Datang Hampir Setiap 10 Menit Sekali

peningkatan kasus covid 19 1 169
Mobil ambulans yang membawa pasien Covid-19 mengantre di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Satusuaraexpress.co – Hampir dalam waktu berdekatan ambulans datang ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, saat ini Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran terus menerima kedatangan pasien COVID-19. Ratusan pasien corona masuk tiap hari dalam beberapa waktu belakangan.

Bahkan sebuah video yang memperlihatkan kerumunan orang mengantre di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran sempat viral di media sosial. Di dalam video yang diunggah dr Tompi, terlihat pasien yang memenuhi ruangan sedang antre mendapatkan layanan kamar. Ada yang duduk di kursi, tapi mayoritas berada di lantai.

“Mendapat sebaran video IGD wisma atlit semalam… sangat mengkhawatirkan. Stay safe semua. PROKES PERKETAT! Video ini sy gak tau siapa yg rekam, tp semoga bs menjadi pengingat kita semua ya. Bukan untuk menakut2i tp TOLONG PAKE MASKER krn kl ampe sakit dapat ruangannya susah,” tulis dr Tompi.
Unggahan tersebut dikonfirmasi oleh salah seorang dokter yang bertugas di RS Darurat Wisma Atlet.

“Betul ini Bang, pada kena mental tim di lapangan, tetapi insyaAllah kawan kawan tetap semangat dan mohon doanya selalu,” kata dr Efri menjawab cuitan Tompi, seorang dokter bedah plastik yang juga penyanyi kondang.
Tentang video tersebut, Koordinator Wisma Atlet Kolonel Stefanus Dony juga membenarkan.
“Iya benar, memang sedang banyak yang masuk,” kata Dony dilansir dari kumparan, Selasa (16/4).

Kesaksian Dokter Terkait Suasana di Wisma Atlet

dikutip dari kumparan, pihaknya telah meminta konfirmasi kepada Dokter spesialis saluran pernapasan yang bertugas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, dr Efri.
Dia membenarkan video yang diunggah Tompi. Ia juga memberi izin untuk mengutip pernyataan yang diunggahnya di Twitter.

Efri mengatakan kondisi IGD dan triase Wisma Atlet ramai dengan pasien Covid. Mereka berdatangan dari berbagai wilayah pada sore dan dini hari. Kondisi ini disebut Efri sempat membuat tim tenaga medis di Wisma Atlet kaget.

“Sejak lonjakan kasus, IGD dan triase RSDCWA sudah seperti ‘pasar’ terutama sore (sampai dengan) dini hari yang datang bukan hanya silih berganti malah menumpuk,” tulis dr Efri dalam cuitannya, Selasa (15/6).

Pola seperti ini selalu terjadi pascalibur panjang, yang kali ini terkait dengan mudik Lebaran, di mana banyak orang melakukan perjalanan ke luar kota. Para epidemiolog mengingatkan bahwa kunci penting menekan wabah penyakit adalah dengan mengurangi mobilitas publik, yang diyakini akan berdampak pada menurunnya penularan.
Kondisi ini membuat dokter dan tenaga medis di daerah perkotaan kewalahan dalam menangani pasien yang membeludak.

Kesaksian Pasien

Salah satu pasien COVID-19 di Wisma Atlet, Alif (bukan nama sebenarnya), mengabarkan bahwa suasana di sana memang ramai. Ia harus antre berjam-jam untuk mendapatkan kamar isolasi pada Minggu (13/6) malam.
“Kemarin datang jam 8 malam, baru masuk (dapat kamar isolasi) jam 2 pagi,” kata pria 28 tahun itu dikutip dari kumparan.

Dalam setiap 10 menit, Alif bercerita pasti ada satu unit ambulans yang datang membawa pasien. Dia juga mendengar kabar ada ratusan calon pasien yang sedang mengantre pendaftaran saat ini untuk mendapatkan kamar isolasi.
“Antre banget, tiap 10 menit ada ambulans bawa pasien. Pas tanya-tanya di pendaftaran, ada ratusan ini. Antre!,” tutupnya.

Kata Tompi soal Video Situasi IGD Wisma Atlet yang Membeludak
Musisi sekaligus dokter, Tompi, termasuk salah satu public figure yang gencar menyuarakan soal COVID-19. Apalagi, ibunda Tompi beberapa waktu lalu diketahui meninggal dunia karena terpapar COVID-19.

Tompi tak henti-hentinya untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjalani protokol kesehatan yang ketat demi mencegah penyebaran COVID-19 yang masih terus terjadi hingga saat ini.

Yang terbaru, di tengah lonjakan COVID-19 yang semakin meningkat, Tompi membagikan sebuah video yang sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak situasi terkini IGD di Wisma Atlet Kemayoran. Pasien COVID-19 tampak membeludak antre untuk mendaftarkan diri.

“Mendapat sebaran video IGD wisma atlit semalam… sangat mengkhawatirkan. Stay safe semua. PROKES PERKETAT!” tulis Tompi dalam akun Twitter miliknya, Selasa (15/6).
Tompi mengatakan bahwa ia sama sekali tak tahu siapa yang merekam situasi tersebut. Yang jelas, ia berharap video itu dapat menjadi pengingat masyarakat bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir.

“Bukan untuk menakut2i tp TOLONG PAKE MASKER krn kl ampe sakit dapat ruangannya susah,” pungkasnya.

Postingan video Tompi itu pun langsung menuai reaksi netizen. Banyak dari mereka yang menyayangkan sikap orang-orang yang menyepelekan COVID-19.

BOR Wisma Atlet Kini 73,75% Usai Tambah 1.400 Tempat Tidur
Koordinator Operasional Rumah Sakit Darurat COVID-19, Kolonel Crm dr. Stefanus Dony, mengatakan saat ini kapasitas RSDC Wisma Atlet sudah ditambah.

“Kan jumlah tempat tidur sudah ditambah, saat ini tempat tidur di atas 7.000, tepatnya saat ini 7.394 (unit),” jelas dr. Dony melalui pesan singkat yang dikutip dari kumparan, Selasa (15/6) pagi.

Saat ini, Wisma Atlet Kemayoran telah memiliki 7.394 tempat tidur. Sebelum ada penambahan, jumlah tempat tidur hanya ada 5.994 unit. Itu berarti telah ada penambahan sebanyak 1.400 tempat tidur.

dr. Dony juga turut menyampaikan BOR atau persentase keterisian tempat tidur telah mencapai 73,75 persen. Artinya, sebanyak 5.453 tempat tidur telah terisi. Sebelumnya, BOR pada Minggu (13/6) telah menyentuh angka 80,68 persen dari 5.994 tempat tidur yang ada.

Rencananya, pemerintah akan menambah kapasitas hingga 2 ribu tempat tidur. Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua KPCPEN, Airlangga Hartarto.

“Jumlah tempat tidur pasien ada 7.937 (setelah) ditambah 2 ribu unit. Jumlah yang diisolasi 5.028, jadi masih ada 2.909 bed Sehingga BOR-nya bisa 63,4 persen,” kata Airlangga, Senin (14/6).

Rumah Sakit Corona di Jakarta Sudah Terisi 78%

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang PPKM Mikro hingga 28 Juni 2021. Langkah ini dilakukan untuk menekan penularan corona yang terus meroket.
Salah satu yang menjadi perhatian, yakni tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit rujukan corona di Jakarta. BOR di Jakarta meningkat tajam hanya dalam waktu 2 minggu.

“BOR kita juga naik signifikan per tanggal 14 Juni kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.341 terisi 5.752 atau sudah menyentuh 78% hanya dalam 2 minggu dan ICU sebesar 1.086 terisi 773 atau 71%,” kata Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti, dikutip dari PPDI, Selasa (15/6).

“Dari 78% keterisian tempat tidur tersebut 25 persennya merupakan warga luar DKI Jakarta dan komitmen kami tetap untuk tak membeda-bedakan pelayanan, tetapi ini menjadi peringatan bahwa virusnya tak mengenal batas wilayah,” tambah dia.

Angka ini sangat jelas menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada 31 Mei 2021 kapasitas tempat tidur isolasi di Jakarta sebesar 6.621 dan terpakai 2.176 atau 33% dan ICU sebesar 1.014 dan terpakai 362 atau 36%.

Untuk mengantisipasi tempat tidur di rumah sakit penuh, Pemprov DKI terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna menyediakan tempat isolasi untuk pasien corona.
“Hal ini harus kita antisipasi dengan terus menambah jumlah BOR. Maka dari itu, Pemprov DKI Jakarta telah menggandeng berbagai pihak dan memanfaatkan berbagai sumber daya untuk menambah BOR,” tutur dia.

“Kami berencana menambah fasilitas isolasi mandiri bekerja sama dengan pusat dengan BNPB, seperti Rusun Nagrak Cilincing, Wisma PMII, dan Wisma Ragunan yang nantinya akan digunakan sebagai fasilitas tambahan bila Wisma atlet mengalami lonjakan orang yang harus ditangani,” ucap Widyastuti.

Siap-siap Lonjakan Pasien Corona, Anies Siapkan 2.500 Bed di Rusun Nagrak
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan Rusun Nagrak Cilincing untuk penanganan pasien corona di Jakarta. Ini sebagai antisipasi lonjakan kasus corona yang tengah terjadi di Jakarta.

Anies mengatakan, di Rusun Nagrak Cilincing, setidaknya ada 2.500 tempat tidur yang bisa digunakan.

“Apabila nanti dibutuhkan penambahan, kita sudah siapkan Rusun Nagrak untuk bisa digunakan. Di sana ada lebih dari 2.500 tempat tidur yang bisa dipakai,” kata Anies di Kantor Pusat PMI, Jakarta, Senin 914/6).

Namun saat ini pasien corona masih difokuskan di Wisma Atlet. Rusun Nagrak hanya disiagakan antisipasi jika Wisma Atlet penuh.

“Saat ini kita masih menggunakan fasilitas di Wisma Atlet kita akan konsentrasikan di situ,” jelasnya.
“Jadi kita bergeraknya bertahap. Saat ini konsentrasi masih tetap di Wisma Atlet,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *