Mudik Dilarang Tapi Wisata di Izinkan, Gubernur Banten Pusing

38a53292b01a75b985c66a5125c67b11

Satusuaraexpress.co – Pemerintah resmi melarang mudik lebaran, namun tetap mengizinkan dibukanya tempat wisata, kebijakan tersebut sontak menuai banyak kritikan.

Salah satu kritik datang dari Gubernur Banten Wahidin Halim. Menurutnya kebijakan tersebut membingungkan dan membuat pemerintah daerah pusing dalam penerapan protokol COVID-19

“Mudik di larang tapi pariwisata di buka, ini seperti dua mata sisi uang, harusnya pilihannya satu, dilarang ya dilarang. Kalau satu dilarang satu dibolehkan ini kesulitan bagi pemerintah daerah dalam ,” kata Wahidin Halim, di rumah dinasnya, Kamis, (08/04/2021).

selain itu Wahidin juga menjelaskan tempat wisata harus menerapkan prokes COVID-19 sebagai salah satu syarat dibukanya tempat liburan. Namun sangat sulit meminta warga untuk menjaga jarak dan tidak berkerumun. Saat berada di lokasi wisata Seperi di Pantai.

“Prokes sudah ada bakunya tapi bagaimana mengaturnya. Ini yang menjadi pikiran kita,” ujarnya.

Wahidin juga mengaku tidak mungkin bisa satgas covid daerah memantau seluruh destinasi wisata yang ada di Banten, kemudian meminta seluruh wisatawan untuk menerapkan prokes.

Sebab menurutnya wisatawan tidak hanya datang dari kota, namun penduduk lokal Banten juga dipastikan akan berlibur ke destinasi wisata terdekat.

“Kita buat satu-satu upaya penangkalan dengan prokes. Tapi kalau di pantai bagaimana mengatur prokesnya, orang mandi bagaiaman prokesnya, ini menimbulkan persoalan bagi kita di daerah untuk menata prokesnya,” ujar Wahidin. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *