Kapitaliasai Pasar BSI Sudah di Atas Rp100 Triliun

IMG 20210313 145910
Dirut BSI Hery Gunardi (Foto: Isitmewa)

Satusuaraexpress.co – Kapatialiasi pasar atau market capitalization (market cap) PT Bank Syariah Indonesia (BSI) saat ini sudah melebihi Rp100 triliun.

Dengan jumlah itu, Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan, BSI kini masuk dalam daftar emiten yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kapitalisasi pasar di atas Rp100 triliun. BSI berstatus sebagai perusahaan BUMN terbuka dan tercatat sebagai emiten di BEI dengan kode BRIS.

Pada awal berdiri kode saham BRIS dimiliki oleh PT Bank BRIsyariah Tbk dan berubah menjadi milik BSI per 1 Februari 2021 setelah penggabungan (merger) BRI Syariah, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri bergabung diresmikan Presiden Joko Widodo.

“BRIS melakukan IPO (Initial Public Offering) tahun 2018 lalu dengan harga saham sekitar Rp 510 per lembar. Kemudian pada 10 Maret 2021 lalu sudah mencapai sekitar Rp 2.570, bahkan pernah di atas Rp 3.000 per lembar saham,” ujar Herry, dalam acara peluncuran Center for Sharia Finance and Digital Economy (Shafiec) UNU Yogyakarta, Jumat (12/3).

Herry melihat capaian angka ini merupakan berkah dan menjadi satu energi bagi bangsa Indonesia untuk terus mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Adapun komposisi pemegang saham BSI terdiri dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) 50,95 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) 24,91 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,29 persen, DPLK BRI – Saham Syariah 2 persen dan publik 4,4 persen.

Dikesempatan terpisah, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan BSI memberikan harapan yang besar dalam mendorong kemajuan keuangan syariah nasional termasuk penguatan aset dan kapitalisasi dalam industri pasar modal syariah Indonesia.

Inarno menerangkan bahwa BRIS termasuk dalam 10 saham syariah dengan kapitalisasi pasar terbesar di antara seluruh saham syariah yang tercatat di bursa. “Saham BRIS akan menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor,” ujarnya (4/2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *