Selasa, Oktober 19, 2021
BerandaHeadlineWaspada Pasca Banjir, Penyakit Leptospirosis Menyebabkan Puluhan Orang Meninggal

Waspada Pasca Banjir, Penyakit Leptospirosis Menyebabkan Puluhan Orang Meninggal

Oleh : Dr. Mulyadi Tedjapranata,MD.DTM&H,M.Th.FIAS

Satusuaraexpress.co – Di tengah pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia, yang tidak jelas kapan berakhir, pada minggu pertama Februari 2021, sejumlah wilayah mengalami banjir yang dipicu hujan intensitas tinggi.

Masih ada wabah pasca banjir yang harus diwaspadai  yaitu wabah penyakit Leptospirosis, penyakit demam kuning , dimana pada pasca banjir lima tahun yang lalu menyebabkan  dua puluh orang  meninggal.

Leptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang manusia maupun hewan dan digolongkan sebagai zoonosis . Penyakit ini mempunyai nama lain yaitu : Flood fever (demam banjir),Mud fever ,Swamp fever, Autumnal fever,Canicola fever,Canine typhus,Cane Cutters,Haemorrhagic jaundice,Icteric leptospirosis,Stuttgard fever ,Trench fever  dan demam kemih tikus .

Leptospirosis berdasarkan cara penularan merupakan direct zoonosis karena tidak memerlukan vector, dan dapat digolongkan sebagai amfiksenosa karena jalur penularannya dapat dari hewan ke manusia dan sebaliknya.

Leptospirosis disebabkan oleh  Leptospira, kuman yang berbentuk spiral ,termasuk dalam ordo Spirochaetales ,famili Leptospiraceae, genus Leptospira.

Baca Juga : Ini Gejala-gejala Penyakit leptospirosis dan Cara Pengobatannya

Hewan pejamu kuman leptospira adalah hewan peliharaan manusia seperti : babi,lembu,kambing,kucing,anjing,kelompok ungas serta beberapa hewan liar , seperti tikus,bajing,ular dan lain-lain .Sedangkan pejamu utama adalah tikus (roden) , tikus jenis Rattus Infeksi norvegicus(tikus selokan) , Rattus diardii (tikus rumah), Rattus exulans(tikus ladang) dan Suncus murinus(cerurut).

Secara alami leptospira terdapat di air yang terkontaminasi urin binatang pengidap dimana pada ph normal dapat bertahan selama 4 minggu dengan demikian penyakit ini sering ditemukan pada musim hujan,terutama pada daerah-daerah banjir .

Kuman leptospira hidup di dalam ginjal pejamu reservoir dan dikeluarkan melalui urin saat berkemih.

Penularan

Penularan leptospirosis dapat secara langsung

  1. Melalui darah,urin atau cairan tubuh lain yang mengandung kuman leptospira masuk ke dalam tubuh .
  2. Dari hewan ke manusia merupakan penyakit akibat pekerjaan ,terjadi pada orang  yang merawat hewan atau menangani oragan tubuh hewan ,misalnya pekerja potong hewan, atau seseorang yang tertular dari hewan peliharaan .
  3. Dari manusia ke manusia meskipun jarang, dapat terjadi melalui hubungan seksual pada masa konvalesen atau dari ibu penderita leptospirosis ke janin melalui sawar plasenta dan air susu ibu

Penularan secara tidak langsung melalui genangan air, sungai, danau, selokan saluran air dan lumpur yang tercemar urin hewan .

Pekerjaan yang mempunyai risiko terhadap leptospirosisi seperti petani, pengelola perkebunan, pekerja pembersih tinja, peternak, pemelihara hewan dan dokter hewan yang terpajan karena menangani ternak/hewan, pekerja potong hewan, tukang daging yang terpajan saat memotong hewan Anak-anak yang bermain di taman, genangan air hujan atau kubangan. Petugas laboratorium yang sedang memeriksa specimen kuman leptospira,petugas kebersihan di rumah sakit dan paramedis dianggap mempunyai risiko tinggi terhadap penularan kuman leptospira,

Patogenesis

Sampai saat ini patogenesis leptospirosis belum dimengerti sepenuhnya. Umumnya leptospira masuk ke dalam tubuh pejamu melalui luka iris atau luka abrasi pada kulit,konjungtiva atau mukosa utuh yang melapisi mulut, faring, oesofagus, bronkus, alveolus dan dapat juga masuk melalui inhalasi droplet infectius dan minuman air yang telah terkontaminasi.Pernah dilaporakan adanya penetrasi kuman leptospira melalui kulit utuh yang lama terendam air, saat banjir .

Kuman leptospira yang virulen mengalami multiplikasi di darah dan jaringan, dan  merusak dinding pembuluh darah kecil , sehingga meninmbulkan radang pembuluh darah (vaskulitis) disertai kebocoran dan ekstravasasi sel .

Kuman leptospira menghasilkan endotoksin yeng menyebabkan stimulasi perlengketan netrofil pada sel endotel dan trombosit,sehingga terjadi agregasi trombosit disertai trombositopenia . Kuman leptospira juga mempunyai fosfolipase yang menyebabkan lisisnya sel darah merah dan membrane sel lain.

Kerusakkan didalam ginjal diakibatkan migrasi kuman leptospira di interstitium,tubulus ginjal, dan lumen tubulus ginjal. Vaslulitis akan menghambat sirkulasi mikro dan meningkatkan permeabilitas kapiler di ginjal ,sehingga menimbulkan kebocoran cairan dan hipovolemia dan berakhir dengan gagal ginjal .

Ikteris disebabkan oleh kerusakkan sel-sel hati yang ringan,pelepasan bilirubin darah dari jaringan yang mengalami hemolisis intravascular,kolestasis intrahepatik sampai berkurangnya sekresi bilirubin .

Pada mata tampak kelainan berupa Conjunctival suffusion khususunya pada daerah perikorneal,terjadi karena dilatasi pembluh darah,kelainan ini adalah patognomonik pada stadium dini .

Komplikasi lain berupa uveitis,iritis da iridosiklitis yang sering disertai kekruhan vitreus dan lentikular.keberadaan kuman leptospira di aqueous humor akan menimbulkan uveitis kronik berulang .

Komplikasi di jantung  berupa miokarditis toksik, atau endokarditis akut Kerusakkan diparu-paru berupa bronkopneumoni yang luas .

Masa inkubasi penyakit leptospirosis berkisar antara 7-12 hari dengan rerata 10 hari .Beberapa ahli membagi penyakit menjadi leptospirosisi anikterik dan leptospirosis ikterik , dimana diperkirakan 90% dari seluruh kasus leptospirosis di masyarakat adalah aniketerik yang berakibat underdiagnosis dan fatal

Perkembangan Virus Corona


Most Popular