Usai Perajin Tahu Tempe, Sekarang Pedagang Daging Lakukan Mogok Jualan

IMG 20210119 150856
Pedagang daging di pasar. (Foto: Ilsutrasi)

Tangerang Selatan, Satusuaraexpress.co – Tak lama usai para pengrajin tahu tempe melakukan aksi mogok kerja lantaran kenaikan harga kedelai, kini para pedagang daging bakal melakukan hal serupa lantaran harga daging naik mencapai Rp120 ribu lebih per-kilogram.

Rencananya pedagang daging sapi di sejumlah pasar di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) akan mogok jualan mulai besok, Rabu (20/1) sampai tiga hari ke depan.

Kabar ini disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri. Ia menyatakan telah mendapat tembusan surat edaran Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bernomor 08/A/DPD-APDI/I/2021 yang memuat rencana mogok jualan itu.

M Alit Mintarya pengawas pasar Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) mengatakan, mogok dagang ditempuh oleh para pedagang daging karena kenaikan harga dianggap sudah di ambang batas normal.

“Selama tiga hari katanya kenaikan gak masuk akal,” kata Alit Mintarya, Selasa (19/1/2021).

Alit menyebut, kepastian mogok jualan usai dirinya bertemu Haji Arwan, ketua pedagang daging di Pasar Serpong. Semua pedagang, lanjutnya, bakal kompak tidak menggelar lapaknya.

“Libur sampai harga normal. Semuanya. Sampai udah total. Tadi dari temen-temen pada ngumpul ngasih informasi ke kita,” jelas Karya.

Menurutnya, kini harga daging sapi lokal sudah mencapai Rp120 ribu per kilogram. Pada saat normal harganya dibanderol Rp100 ribu dan 110 ribu untuk jenis daging sapi beku kemasan Bulog.

“Sampai gilingan daging tutup total selama tiga hari,” ujarnya.

(Mi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *