Ledakan di Jalan RS Fatmawati, Galian Pipa PDAM Diduga Menabrak Kabel Tegangan Tinggi PLN

6a2665831e38c ledakan akibat penggalian lubang di jalan fatmawati jaksel 1265 711
Ledakan di Jalan RS Fatmawati, Galian Pipa PDAM Diduga Menabrak Kabel Tegangan Tinggi PLN.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sebuah insiden ledakan terjadi di Jalan RS Fatmawati, tepatnya di area putaran Bank BRI yang masuk ke dalam wilayah hukum Polsek Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Kejadian ini bermula dari pekerjaan penggalian yang dilakukan untuk perbaikan dan pemeliharaan jaringan pipa air bersih milik PDAM, yang kemudian berujung pada kecelakaan yang melukai dua orang pekerja.

Berdasarkan keterangan AKP Joko, Kepala Seksi Humas Polrestro Jakarta Selatan, pihak kepolisisan mendapatkan informasi pertama kali melalui layanan pengaduan darurat 110. Segera setelah menerima laporan, petugas bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

“Betul. Kami dapatnyakan dari layanan 110 ya. Terkait dapat info dari layanan polisi 110, kami datangin TKP di Jalan RS Fatmawati, tepatnya di putaran BRI. Masuknya wilayah Cilandak,” ungkap AKP Joko.

Dari hasil pengecekan di tempat dan keterangan yang diperoleh dari saksi mata, insiden bermula ketika para pekerja sedang melakukan pengeboran dan penggalian tanah untuk keperluan perbaikan jaringan air bersih.

Baca juga Dampak Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Banyak Siswa Ajukan Pindah Sekolah

Secara tiba-tiba terdengar suara ledakan keras yang mengejutkan orang-orang di sekitar lokasi. Diduga kuat, ledakan tersebut terjadi karena alat penggalian tidak sengaja mengenai dan memutus kabel listrik milik PLN yang terpasang di bawah permukaan jalan.

“Diduga ledakan itu karena ada galian. Menurut keterangan saksi, galian untuk pengelolaan air bersih mengebor jalan, tiba-tiba terdengar suara ledakan. Kami menduganya itu putusnya kabel PLN. Sementara dugaannya seperti itu. Karena ini kan rencana mau mengadakan galian, yang kurang lebih pada saat dicek ternyata sudah mengenai kabel ini,” jelas AKP Joko.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolsek Cilandak, Kompol Gusprihatin Zen, yang membenarkan bahwa kabel yang terkena dampak adalah kabel bertegangan tinggi. Menurutnya, sebelum pekerjaan dimulai, seharusnya dilakukan pengecekan mendalam untuk memastikan tidak ada jaringan utilitas lain seperti kabel listrik atau kabel komunikasi yang terpasang di jalur penggalian.

Namun dalam kasus ini, pengecekan tersebut tampaknya belum memastikan keberadaan kabel PLN sehingga alat pengeruk atau pemotong yang digunakan menyentuh kabel bertegangan tinggi itu dan memicu ledakan serta percikan api.

Baca jugaPolda Metro Jaya Ungkap Fakta Ledakan di SMA 72 Jakarta Utara, Investigasi Mendalam dan Penanganan Korban Terus Dilakukan

“Galian pipa air bersih. Mau dicek kembali, jadi sebelum dikerjakan, ternyata di situ ada juga kabel PLN. Kenalah sama breaker itu. Kabel tegangan tinggi, meledak di situ,” papar Kapolsek Cilandak.

Akibat insiden tersebut, dua orang pekerja yang sedang melakukan penggalian mengalami luka bakar di bagian wajah dan tubuh. Kedua korban yang diketahui berinisial H dan R itu langsung mendapatkan pertolongan pertama dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Ada dua korban. Luka pada wajah. Keduanya dilarikan ke RS Fatmawati. Korbannya inisial H dan R. Itu pekerja yang melakukan galian itu. Pekerja yang luka bakar pada bagian muka sekarang di IGD Fatmawati, langsung dibawa ke sana. Dua orang, luka bakar, laki-laki, iya,” tambahnya.

Sejak kejadian berlangsung, seluruh aktivitas pekerjaan penggalian dan perbaikan pipa air bersih di lokasi tersebut telah dihentikan sementara waktu. Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan dan keamanan, serta untuk memberikan ruang bagi pihak berwenang melakukan investigasi secara lengkap dan menyeluruh.

Baca jugaPemprov DKI Jakarta Intensif Dampingi Korban dan Warga Sekolah SMAN 72 Pasca-Insiden Ledakan

“Tentunya demikian, dihentikan dulu dan sedang ditelusuri. Berarti saat ini pekerjaannya dihentikan dulu, pastilah dihentikan dulu,” tegasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah penanganan, antara lain melakukan pengecekan rinci di TKP, mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang melihat kejadian secara langsung, mendata identitas korban, serta mengoordinasikan proses pertolongan dan pengantunan korban ke rumah sakit.

Penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan penyebab pasti insiden dan menelusuri apakah ada kelalaian prosedur kerja yang menjadi pemicu kecelakaan ini, serta menentukan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *