Satusuaraexpress.co – Langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang tepat menunjuk Uus Kuswanto sebagai Walikota dan Yani Wahyu Purwoko sebagai Wakil Walikota Jakarta Barat. Diketahui memang keduanya merupakan negosiator handal dalam menghadapi warga.
Sebab, pasca dilantik keduanya pada Jumat tanggal 4 September 2020 sore. Uus dan Yani selalu berkolaborasi mengatasi persoal-persoalan yang terjadi di wilayah Jakarta Barat.
Salah satunya contoh persoalan banjir di Jakarta Barat. Uus dan Yani langsung memperoritaskan penanganan banjir di sejumlah wilayah tersebut.
“Semuanya itu barang baru, kami melakukan tak hanya normalisasi. Tapi bagaimana membangun proyek antisipasi di sana,” ucap Uus, Kamis (3/12/2020).
Dirinya pun melakukan pembenahan saluran air yang menjadi sumber penyebab genangan air dengan membuat kolam kolakan. Diantaranya Jalan dekat Green Garden pom bensin.
Bukan hanya itu saja, wilayah yang kerap menjadi langganan banjir pun seperti Tegal Alur, Rawa Buaya, Semanan serta Wijaya Kusuma tak luput dari tangan Uus dengan membuat embung sebagai penampung air.
Memang diungkapkan Uus, saat pembuatan embung atau pun kolam kolakan. Sempat ada sedikit konflik. Sebab, warga yang tanahnya akan dibuat meminta ganti rugi.
Namun kepiawaiannya dalam bernegosiasi dengan para pemilik lahan dan pendekatan persuaif. Akhirnya para pemilik lahan mengerti serta mempersilahkan Pemkot Jakarta Barat menggarap lahan mereka untuk pembuatan embung dan kolam kolakan.
“Masalah menahun disana warga minta pembayaran uang kerohiman. Lah saya jelaskan kalo kerohiman tidak ada selama tanahnya engga di bebaskan. Barulah setelah saya datangi, mereka paham,” katanya.
Uus mengatakan dari sejumlah program itu kegiatan di Rawa Buaya menjadi fokusnya. Disana, pembenahan dilakukan cukup banyak hingga membuat kampung tangguh bencana.
Disana pembenahan tak hanya dilakukan terhadap saluran air di kawasan pemukiman. Namun Waduk Bojong yang menjadi lokasi penampungan air juga di maksimalkan. Selain telah menguras dan menormalisasi, pihaknya juga telah membenahi pintu air yang rusak disana.
Sementara di Green Garden, Pemkot Jakbar juga telah membangun sejumlah kolam kolakan untuk meresap air dan menormalisasi hingga melebarkan jalur crossing air di jalan panjang.
“Rencananya kami akan memasang pompa disana,” ucapnya.
Sementara tak jauh beda di tempat lainnya, Pemkot juga melakukan penambahan kolam kolakan dan sumur resapan di sejumlah titik. Selain itu, ada pula pembangunan sheetpile di kali mookevart yang belum terselesaikan.
Alhasil, dari pembenahan wilayah khususnya dalam penanganan banjir, sejumlah wilayah yang tadinya langganan banjir. Sekarang mulai berkurang.
“Tahun depan, kita lanjutkan proyek ke titik lainnya,” tutupnya.(*)













