Kesaksian Petinggi OPM Pengibaran Bendera Bintang Kejora Siasat Licik Penjajah Belanda Menipu Papua

IMG 20201203 075738
Nicholas Messet Mantan Pendiri OPM/tangkapan layar

Satusuaraexpress.co – Mantan pendiri OPM Nicholas Messet mengungkapkan, selama ini Papua telah ditipu oleh Belanda dengan ilusi kemerdekaan 1 Desember. Padahal itu merupakan siasat Belanda untuk mengadu domba dan memecah bela Papua dari Indonesia.

Dalam rekaman video yang berdurasi sekitar 4 menit di jejaring sosial, Nicholas menceritakan, trik tipu daya Belanda diketahui dan diungkapkan oleh Presiden Amerika Jhon F Kennedy saat bertemu dengan petinggi OPM yakni Nicholas Jouwe pada tahun 1964 di Amerika Serikat.

“Maka Presiden Kennedy mengatakan “Tuan Jouwe anda telah dicurangi Belanda pada 24 Agustus 1828. Papua adalah bagian dari Hindia Belanda. Itu artinya anda (Papua) bagian dari Indonesia,” ceritanya menirukan ucapan pendiri OPM dan OAP, Nicholas Jouwe untuk disampaikan kepada seluruh anggota OPM agar jangan mau diadu domba oleh Belanda untuk berpisah dar Indonesia.

Dengan penyampaian itu, akhirnya Nicholas pun menyadari. Jika rakyat Papua diadu domba oleh Belanda. Yang pada akhirnya akan membuat susah rakyat Papua apabila berpisah dari bumi pertiwi Indonesia.

Pada awalnya memang Messet begitu menggebu-gebu, sehingga selama 40 tahun dia mencari apa arti sebuah kemerdekaan. Ternyata, hasratnya itu terpenuhi, setelah mendengar pencerehan dari pendiri bendera Bintang Kejora sekaligus pendiri OPM Nicholas Jouwe.

Bahwa Papua dengan menjadi bagian dari Indonesia sudah merdeka. Dan tidak perlu lagi ribut tentang kemerdekaan.

“Dengan kata-kata dari om Jouwe ini, saya memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia tahun 2007. Kita sudah merdeka dibawah negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945,” ungkap Messet.

Messet juga menjelaskan, pengibaran bendera Bintang Kejora pada 1 Desember 1961 hari Jumat merupakan siasat licik pemerintah kolonial Belanda untuk mengadu domba.

Hingga akhirnya, Nicholas Jouwe sang pencetus bendera Bintang Kejora dan Pendiri OPM memilih mendukung Indonesia dan kembali dipelukan ibu pertiwi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *