Satusuaraexpress.co – Penanganan Covid-19 masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar). Berbagai upaya dilakukan oleh Pemkot Jakarta Barat, seperti gencar mensosialisasikan 3M, operasi tertib masker serta menyediakan fasilitas untuk cuci tangan.
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto mengatakan bahwa Gugus Tugas RT-RW se-Jakarta Barat sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Kemudian yang menjadi catatan bahwa kasus Covid-19 ini bisa diselesaikan dan dituntaskan secara gotong royong, serta kerjasama baik dari warga dan para pemimpin wilayah masing-masing (RT/RW).
“Perlu diketahui sampai hari ini Satpol PP Pemkot Jakarta Barat telah mencatat pelanggar prokes sebanyak 23 ribu orang yang sudah menjalani proses sanksi sosial serta sanksi administratif,” kata Uus, saat memimpin rapat koordinasi monitoring Gugus Tugas Lurah-RW se-Jakarta Barat, Senin (23/11).
Baca juga : Dinkes Tangsel Alokasikan Rp 5 Miliar untuk Vaksinasi Covid-19
Baca juga : Para Peneliti Mengembangkan Aplikasi Pendeteksi Covid-19 Melalui Suara Batuk
Uus menilai, tingginya angka pelanggar tak lepas dari masih minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan. “Masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan menjadi penyebab masih tingginya angka Covid-19,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Pemkot Jakarta Barat akan menambah bantuan seperti sabun cair untuk cuci tangan dan hand sanitizer disetiap wilayah Jakarta barat (kelurahan-kecamatan).
“Motto 3M akan terus dicanangkan kepada warga Jakarta Barat untuk menekan jumlah kasus Covid-19,” tutupnya. (Luna)













