satusuaraexpress.co – Menjadi salah satu narasumber dalam Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DKI Jakarta, Kamis, (19/11/2020).
Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Beky Mardani mengingatkan agar lembaga penyiaran di Jakarta tak sekadar asal menayangkan konten lokal berbau Betawi, tapi juga menjaga kualitas tayangan konten lokal tersebut.
Evaluasi Dengar Pendapat siang itu digelar untuk memenuhi persyaratan perpanjangan izin stasiun teve lokal JakTeve. Sebelumnya, manajemen JakTeve mempresentasikan program-program andalan mereka, termasuk acara-acara yang dikonsep sejalan dengan konten lokal kebetawian.
Beky Mardani memuji konsistensi JakTeve selama ini dalam menampilkan program-program kebetawian. Namun dia mengingatkan, konsisten saja tak cukup, mesti diikuti dengan kualitas tayangan yang baik, tidak terjebak pada stereotype tertentu, apalagi bias dalam memotret nilai-nilai kebetawian.
Dalam acara yang juga dihadiri oleh Ketua KPID DKI Kawiyan dan Ketua KPI Pusat Agung Suprio itu, Beky mengajak lembaga penyiaran lokal di Jakarta, khususnya JakTeve untuk berkolaborasi dengan LKB dalam memproduksi konten lokal kebetawian yang layak tayang dan dapat diterima pasar.
“Di LKB ada banyak sanggar, baik yang bergerak di bidang musik maupun teater. Ada juga pakar kuliner, bahkan komunitas Betawi yang siap membantu lembaga penyiaran,” Beky menegaskan.
Untuk menghasilkan tayangan televisi yang tak hanya sehat, tapi juga ‘laku’ di pasar, kolaborasi menjadi pilihan yang tak terelakkan. Jika dikemas secara keren, bukan tak mungkin konten lokal menjadi primadona di kampung sendiri.
Pengalaman di stasiun teve lain sudah membuktikan bahwa konten Betawi kerap jadi tontonan favorit masyarakat, dan tentu saja ‘laku’ dijual.
(*)













