David
Ketua Persatuan Mahasiswa Pemuda Minang
satusuaraexpress.co – Kearifan orang Minang begitu kental menempel pada diri Uda Hasril Chaniago. Pernyataan Uda Hasril di IlC pada Selasa 8 September lalu soal kakek Uda Arteria Dahklan adalah pendiri PKI di Sumbar menjadi viral.
Keesokan harinya, muncul pernyataan di banyak media bahwa Uda Arteria akan melaporkan pernyataan tersebut ke pihak berwajib.
Tak berselang lama, Uda Hasril pun membuat pernyataan klarifikasi. Permintaan maaf pun dilayangkan Uda Hasril. Uda Arteria pun memaafkan. Ia juga berjanji akn bicara dengan keluarga untuk hentikan upaya hukum.
Sungguh indah. Dengan tabayun, yang tua meminta maaf kepada yang muda. Yang muda pun memaafkan yang tua. Itulah orang Minang. Kalau ada yang merasa tersinggung, tak peduli lebih tua atau lebih muda, akan cepat meminta maaf dan yang lain cepat pula memaafkan.
Pada ILC tersebut, saya diundang selaku pemuda Minang yang melaporkan Uni Puan Maharani ke Bareskrim Mabes Polri karena pernyataannya ‘Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi mendukung negara Pancasila’.
Meski melaporkan seseorang ke kepolisian adalah hak konstitusi, namun beberapa narasumber mengatakan, sebagai pemuda Minang, saya seharusnya tabayun terlebih dahulu ke Uni Puan. Diantara yang mengatakan demikian adalah Uni Irma Chaniago dan Uda Arteria Dahlan.
Saya percaya, tabayun adalah penyelesaian yang terbaik untuk mengklarifikasi maksud sebenarnya pernyataan Uni Puan Maharani. Seperti yang disarankan para tetuah yang menjadi narasumber di ILC tersebut, saya selaku perwakilan Persatuan Mahasiswa Pemuda Minang (PPMM) pun mencoba melakukan itu.
Namun yang saya dan para pemuda Minang lain sayangkan, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut terkait tabayun seperti yang disarankan. Bahkan Uda Arteria yang menyarankan saya untuk melakukan itu, beberapa kali saya hubungi juga tidak menjawab.
Jujur, saat ini kami para pemuda Minang yang tergabung di PPMM mempertanyakan definisi tabayun. Karena hingga saat ini Uni Puan tidak memberikan klarifikasi apapun dan dimana pun terkait pernyataannya. Sedangkan kami tengah menunggu klarifikasi itu.
Semoga tabayun Uda Hasril Chaniago ke Uda Arteria Dahlan menjadi sebuah contoh penyelesaian masalah. Semoga pula tabayun kedua orang yang saya hormati tersebut tidak melupakan [ersoalan awal, bahwa ucapan “Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi mendukung negara Pancasila” masih harus ditabayuni.
“David itu adik saya, baik buruknya David itu, baik buruknya saya, gak apa-apa David seperti itu, itu kan David mempergunakan jalur hukum, kanal nya konstisional,” ucap Arteria Dahlan mengutip perkataan puan Maharani yang disampaikan di acara ILC,(8/9/2020).
“Dengan demikian, sebagai adik nya puan Maharani, saya ingin jumpa dengan uni saya dan akan memperjelas posisi statment uni saya.“ ujar David
Wacana mendatangi Dewan Pers untuk meminta rekomendasi agar memenuhi kelengkapan pelaporan ke kepolisian sempat mencuat dalam diskusi kami.
Beberapa dari kami berasumsi jika rekomendasi Dewan Pers kami dapat, maka pelaporan saya akan diterima pihak kepolisian. Namun saya rasa lebih elok kalau bertabayun.
Masyarakat Sumatera Barat masih menunggu tabayun Uni Puan Maharani. Sambil menunggu, kami masih mendiskusikan upaya memohon bantuan Mahkamah Kehormatan Dewan menjadi mediator kami untuk bertabayun.
Padang, 13 September 2020
David | Ketua Persatuan Mahasiswa Pemuda Minang













