Waspada..! Jelang Pilkada Serentak 2020, Black Campign dan Ilmu ‘Dukun Santet’ Berkeliaran

Screenshot 20200808 093237
Ketua DPP KNPI Haris/net

Satuasuaraexpress.co – Dalam kontestasi Pilkada 2020 yang akan digelar secara serentak diberbagai daerah pada 9 Desember 2020 mendatang. Para Paslon diharapkan dapat bertarung secara fair. Demikian disampaikan oleh Ketua DPP KNPI Haris Pertama dalam siaran persnya, Jumat(7/08/2020) malam.

Haris juga menyebutkan, langkah-langka curang akan diambil oleh para calon yang “kebelet” menduduki kursi empuk sebagai kepala daerah.

“Bisa saja calon yang kebelet menang main curang dengan cara tidak sehat,” ungkapnya.

Haris mengaku, pertarungan dalam memperebutkan kursi kepala daerah ada dugaan beberapa calon cenderung berprilaku tidak masuk akal. “Bukan hanya money politic dan black campaign tapi bisa mengarah kepada permainan dukun,” ujarnya.

Dukun santet dalam dunia politik memang kerap dimainkan oleh oknum yang percaya. “Kalau main cara-cara tidak sehat kan namanya merusak demokrasi,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Pilkada 2020 dilaksanakan serentak di 224 Kabupaten dan 37 kota di Indonesia. 270 Kota/Kabupaten ini tersebar di 9 provinsi.

Apalagi saat ini kata Haris, dalam kondisi COVID-19 ada batasan dari KPU agar tidak mengumpulkan massa dalam jumlah banyak. Ada dugaan calon yang kalap dan melakukan hal menyimpang dengan menggunakan jasa dukun santet.

Haris juga menyebutkan kejanggalan kerap terjadi saat ajang Pilkada. Dimana beberapa calon kepala daerah di Pulau Jawa mengaku mendadak sakit hingga dikirimi hal gaib.

“Ada yang sakit mendadak. Pas dicek ke dokter sehat saja, tapi dipanggil ustadz dan kiai ternyata ada kiriman santet. Alhamdulillah sekarang sudah sehat. Kita tidak percaya tapi memang faktanya ada,” tuturnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *