Warga Kalideres Nilai Pengerjaan Program CIP Setengah Hati dan Bikin Air PAM Bau Got

IMG20201211095615 scaled

Satusuaraexpress.co – Pengerjaan refungsi saluran dengan pemasangan uditch dan peningkatan jalan di lingkungan RT 05 RW 01 Kel. Kalideres, Kec. Kalideres Jakarta Barat dalam mengatasi persoalan banjir awalnya mendapat sambutan baik warga.

Akan tetapi, usai melakukan pemasangan uditch dan peningkatan jalan dengan beton timbul berbagai keluhan.

Bahkan warga menilai pengerjaan perbaikan sarana dan prasarana setengah hati. Selain itu warga juga keluhkan air PAM mereka yang tercium bau tak sedap.

“Entah gara-gara pekerjaan ini atau apa, air PAM kami bau got. Kami tak tahu apa penyebabnya, sebelum ada pekerjaan ini, air PAM kami itu tidak bau,” ujar Hanafi warga salah satu warga RT 05 RW 01 saat ditemui di lokasi, Jumat(11/12/2020).

Hanafi berharap instansi terkait dapat segera menyelesaikan persoalan yang menjadi keluhan warga.

Selain itu, pengerjaan jalan juga terkesan setengah hati dan berantakan seperti pantauan di lokasi.

Sementara itu, Camat Kalideres, Naman Setiawan ketika di konfirmasi enggan berkomentar banyak. “Siap di cek,” ujar camat.

Dilain sisi, Kepala Suku Dinas Perumahan Jakarta Barat, Suharyanti menjelaskan program peningkatan jalan lingkungan dan pemasangan Uditch merupakan program CIP melalui usulan warga.

“Program perbaikan sarana dan prasarana lingkungan kawasan permukiman kumuh masuk ke CIP. Sifatnya usulan dari masyarakat tidak melalui CAP,” jelasnya.

Suharyanti membeberkan, tercatat ada puluhan RW kumuh yang terdapat di Jakarta Barat. Nantinya secara bergilir, sarana dan prasarana lingkungan RW kumuh akan di lakukan perbaikan sesuai usulan warga dan reses dewan.

“Kalau CIP sebelumnya CAP. Karena RW kumuh kita ada 92 RW terlalu banyak, hanya 49 RW yg memakai tahapan CAP. Diluar 49, sifatnya usulan masyarakat dan reses DPRD, masuk CIP juga tapi tidak ada CAPnya,”bebernya.

Mengenai penilaian warga yang setengah hati, Suharyanti menegaskan, pada prinsipnya, pihaknya ingin melakukan yang terbaik buat warga.

Akan tetapi, mengingat kondisi anggaran tidak memungkinkan. Terpaksa pekerjaan itu dilakukan secara bergilir.

“Mau nya gitu, liat anggaran DKI, tahun depan, saya masuk ke wilayah lain yang blm kami sentuh. Kalideres sudah 2 tahun ini dapat, saya ke kelurahan lain. Bagi-bagi, kasian wilayah lain blm dapat,” tandasnya.

Mengenai keluhan PAM bau tak sedap, Suryanti mengungkapkan, dalam pengerjaan perbaikan sarana dan prasana di kawasan tersebut. Pihaknya tidak mengutak-atik saluran PAM.

“Silahkan tanyakan ke Palyja pak. Kami tidak utak-atik saluran PAM,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, Dirut PT PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo ketika dihubungi mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan warga mengenai air PAM yang menimbulkan bau tak sedap.

“Baik, kami TL, Kami cek lapangan,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai air PAM warga bau got pasca pengerjaan proyek CIP. Bambang menduga ada kebocoran pipa.

“Kemungkinan ada pipa bocor, terjadi intrusi air selokan ke dalam pipa bocor. Kami akan kirim tim kesana,” pungkasnya.(hw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *