Publik Soroti Lonjakan Harta Kekayaan Gubernur DKI Pramono Anung, Naik Rp31 Miliar dalam Setahun

Screenshot 20260903 184532
Publik Soroti Lonjakan Harta Kekayaan Gubernur DKI Pramono Anung, Naik Rp31 Miliar dalam Setahun

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Harta kekayaan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menjadi sorotan tajam masyarakat setelah data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbarunya beredar di publik.

Tercatat per 31 Desember 2025, total kekayaan orang nomor satu di Jakarta itu mencapai Rp145,67 miliar, angka yang mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan saat dirinya baru menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Berdasarkan data LHKPN yang tercatat pada Maret 2024, saat Pramono baru saja dilantik dan mulai menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, total harta kekayaannya tercatat sebesar Rp104,28 miliar. Jika dibandingkan dengan data per akhir 2025, maka dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun, harta kekayaan Pramono Anung meningkat sebesar Rp31 miliar.

Lonjakan angka kekayaan tersebut tentu saja tidak luput dari perhatian masyarakat. Banyak pihak yang mulai mempertanyakan transparansi dan kejelasan terkait kenaikan harta yang cukup besar dalam waktu relatif singkat tersebut.

Baca jugaGubernur Pramono Anung Kunjungi Rumah Duka Korban Meninggal Saat Unjuk Rasa, Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Masyarakat menilai, sebagai pejabat publik yang memegang amanah memimpin ibu kota, warga berhak mengetahui secara terbuka dan jelas sumber dari setiap penambahan kekayaan yang dimiliki oleh Gubernur DKI Jakarta.

Pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat berpusat pada asal-usul penambahan kekayaan tersebut. Tanpa adanya penjelasan yang rinci dan transparan dari pihak bersangkutan, kenaikan harta yang mencapai miliaran rupiah dalam setahun ini memicu keraguan dan mendesak adanya kejelasan publik terkait hal tersebut.

Sebagai pejabat negara, keterbukaan mengenai harta kekayaan menjadi hal yang mutlak untuk dijaga guna memelihara kepercayaan masyarakat yang telah diberikan.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi yang merinci sumber pendapatan maupun alasan kenaikan signifikan harta kekayaan tersebut dari pihak Gubernur DKI Jakarta. Masyarakat pun berharap, Pramono Anung bersedia membuka diri dan memberikan klarifikasi yang transparan, sehingga segala keraguan yang tumbuh di tengah masyarakat dapat dijawab dengan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *