Satusuaraexpress.co | Jakarta — Suasana duka menyelimuti kawasan Pejompongan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/8/2026) malam. Di tengah kepedihan keluarga dan warga, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir secara langsung di rumah duka almarhum Bambang Setiyawan (60), warga setempat yang meninggal dunia pasca-kericuhan yang melanda kawasan tersebut.
Kedatangan Pramono Anung di rumah duka berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB. Ia tiba didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, langkah yang menjadi bukti perhatian langsung pemerintah daerah terhadap peristiwa yang merenggut nyawa warganya.
Suasana di sekitar kediaman almarhum terlihat hening dan penuh kesedihan. Kehadiran orang nomor satu di Ibu Kota itu disambut keluarga dengan perasaan haru sekaligus pengharapan. Kunjungan ini bukan sekadar bentuk belasungkawa resmi, melainkan juga pesan bahwa kehilangan warga akibat peristiwa yang tidak diinginkan menjadi perhatian serius pemerintah.
Almarhum Bambang Setiyawan dikenal sebagai warga sederhana yang setiap hari berjualan cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya. Sosok yang dikenal ramah dan sederhana itu kini berpulang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan tetangga sekitar.
Baca juga : Kerusuhan Pasca-Aksi Demonstrasi di Jakarta: Satu Warga Meninggal Dunia di Pejompongan
Sebelumnya, jenazah almarhum telah diserahkan kepada keluarga setelah proses penanganan di RS Polri. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan menuju TPU Kemanggisan, Jakarta Barat, untuk dimakamkan.
Keluarga serta warga masyarakat yang hadir menyampaikan harapan agar peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Bambang Setiyawan dapat diungkap secara terang dan transparan, serta seluruh pihak yang bertanggung jawab ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kehadiran Gubernur Pramono Anung di rumah duka juga diharapkan menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menjadi pengingat bersama untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Jakarta agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.











