Satusuaraexpress.co | Jakarta — Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta resmi mengeluarkan imbauan keamanan kepada seluruh warga negaranya yang berada di ibu kota, Jumat (28/8/2026), untuk menghindari sejumlah wilayah yang berpotensi rawan menyusul gelombang demonstrasi yang meluas pada hari sebelumnya.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul aksi unjuk rasa besar yang digelar berbagai elemen masyarakat, terutama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)–Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pada Kamis (27/8/2026). Aksi yang awalnya berlangsung damai itu berubah memanas menjelang malam, ketika massa berusaha merusak pagar gerbang utama kompleks parlemen, memicu bentrokan dengan aparat keamanan.
Dalam pernyataan resmi yang dimuat di laman resminya, Kedubes AS merinci lokasi-lokasi yang dilaporkan polisi masih terjadi aktivitas demonstrasi, antara lain: di depan terminal bus Kemanggisan arah utara, Jakarta Barat; kawasan sekitar Menara BNI Pejompongan, Jakarta Pusat; depan terminal bus Puloamburan, Jakarta Pusat; serta area Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.
Kedubes AS menyoroti bahwa aksi protes tersebut telah mengakibatkan peningkatan kehadiran aparat kepolisian, penutupan sejumlah ruas jalan, hingga gangguan arus lalu lintas yang cukup parah.
Baca juga : Bank Mandiri Minta Maaf Soal Pemblokiran Rekening Warga Pati, Dihujat Ribuan Netizen
“Setiap demonstrasi, bahkan yang dimaksudkan untuk damai, dapat meningkat dan berubah menjadi kekerasan,” bunyi peringatan tegas dalam imbauan tersebut.
Oleh karena itu, Kedubes AS meminta seluruh warga negaranya untuk menghindari area sekitar Kompleks DPR/MPR maupun titik-titik protes lainnya, menjauhi keramaian, dan tidak mendekati lokasi demonstrasi. Warga AS juga diimbau untuk senantiasa memantau informasi terkini dari media lokal, menyisihkan waktu perjalanan tambahan mengingat potensi penutupan jalan dan kemacetan, serta selalu mengikuti petunjuk aparat berwenang.
“Waspadai lingkungan sekitar Anda,” tutup pernyataan Kedubes AS.
Situasi pada Kamis malam berlangsung cukup tegang. Setelah massa berusaha merusak pagar gerbang DPR/MPR, polisi memukul mundur para demonstran, yang kemudian menyebabkan massa berlarian ke berbagai arah.
Di sejumlah lokasi terpisah, tercatat adanya tindakan pembakaran pos polisi dan kendaraan, yang memperburuk kondisi keamanan dan ketertiban di kawasan tersebut. Hingga saat ini, pihak berwenang masih memantau perkembangan situasi guna mencegah kerusuhan lebih luas.













