Satusuaraexpress.co | Jakarta — Langkah besar menuju transisi energi bersih dan berkelanjutan terus dipercepat oleh Pemerintah Indonesia. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi meluncurkan Ekosistem Motor Listrik Nasional, yang dikenal dengan sebutan Molinas, pada Kamis (13/8/2026) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Di momen bersejarah tersebut, Presiden sekaligus memperkenalkan beragam kemudahan bagi masyarakat yang ingin beralih dari motor bensin menuju kendaraan listrik buatan dalam negeri.
Di hadapan para pemangku kepentingan dan awak media, Presiden Prabowo menyampaikan kabar menggembirakan bagi jutaan pemilik motor konvensional. Pemerintah sedang menyusun skema tukar tambah kendaraan, sehingga masyarakat yang telah memiliki motor bensin dapat menyerahkan kendaraan lamanya dan mendapatkan motor listrik nasional baru dengan hanya membayar selisih harga yang relatif ringan.
“Tenang saja kita ada skema-skema nanti. Yang sudah terlanjur punya motor bensin, nanti kita pikirkan bagaimana bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikit lah,” ujar Presiden Prabowo.
Baca juga : Survei Nasional IDM: Kepercayaan Publik kepada Presiden Prabowo Tetap Tinggi, Capai 81,5 Persen
Tidak hanya program tukar tambah, pemerintah juga merancang kemudahan pembiayaan lainnya. Termasuk penurunan suku bunga cicilan serta penekanan uang muka hingga mencapai nol persen atau tanpa uang muka, sehingga motor listrik dapat semakin terjangkau oleh seluruh kalangan.
Presiden turut memaparkan gambaran besar perubahan yang sedang melanda dunia. Berbagai kota besar di dunia, seperti Beijing, telah mulai menerapkan pajak karbon dan pembatasan kendaraan berbahan bakar minyak. Perubahan ini menunjukkan bahwa masa depan transportasi adalah kendaraan yang ramah lingkungan. Lebih dari itu, Presiden menekankan manfaat nyata yang akan dirasakan langsung oleh pengendara, berupa penghematan biaya operasional yang sangat signifikan.
“Penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak, bahkan bisa sampai 70 persen,” tambahnya.
Sementara itu, turut hadir dalam kesempatan tersebut, CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa potensi peralihan menuju motor listrik di Indonesia masih sangat luas terbuka. Dengan jumlah total motor yang mencapai sekitar 140 juta unit dan penjualan tahunan berkisar antara 6 hingga 7 juta unit, perubahan kecil saja akan memberikan dampak luar biasa bagi pengurangan emisi dan penghematan biaya masyarakat.
Ia pun memastikan pihaknya akan mendukung upaya penyusunan skema pembelian tanpa uang muka agar motor listrik dapat segera menjangkau lebih banyak keluarga di seluruh penjuru negeri.
Peluncuran Molinas bukan sekadar meluncurkan satu jenis produk atau satu merek kendaraan semata. Lebih dari itu, Molinas dikembangkan sebagai sebuah ekosistem menyeluruh yang melibatkan banyak pihak.
Mulai dari pengembangan industri dan manufaktur, penyusunan komponen dan baterai, pembangunan stasiun pengisian serta tempat penukaran baterai, sistem pembiayaan yang mudah, jaringan penjualan dan layanan purna jual, hingga upaya mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pengelolaan ekosistem besar ini akan dikoordinasikan oleh PT Len Industri sebagai pemimpin integrator. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat hilirisasi industri dalam negeri, meningkatkan kemampuan pabrikasi dan rantai pasok lokal, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru yang luas, termasuk melibatkan peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta koperasi.
Pengembangan motor listrik nasional ini juga menjadi langkah nyata memperkuat ketahanan energi bangsa, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak yang terus menipis harganya bergejolak, serta memperbanyak pemanfaatan energi listrik yang terus dikembangkan dari sumber-sumber terbarukan. Sebuah langkah maju yang membawa harapan besar bagi masa depan transportasi Indonesia yang bersih, hemat, dan mandiri energi.













