Satusuaraexpress.co | Jakarta — Langkah nyata demi menjaga keselamatan warga mulai digarap Pemerintah Kota Jakarta Barat. Menyusul tingginya angka kejadian kebakaran di wilayahnya, Pemkot Jakarta Barat berencana membangun Pos Pemadam Kebakaran beserta hidran mandiri di kawasan permukiman padat RW 03, Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora.
Pembangunan tersebut akan ditandai dengan peletakan batu pertama pada 18 Agustus 2026 mendatang, sekaligus menjadi penanda dimulainya gerakan pencegahan kebakaran menyeluruh se-Jakarta Barat.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengungkapkan hal itu dalam keterangannya di Jakarta. Menurut hasil rapat pimpinan tingkat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Barat tercatat sebagai wilayah dengan kasus kebakaran tertinggi di seluruh Jakarta. Situasi ini kian diperparah oleh terbatasnya jumlah hidran mandiri serta sulitnya menjangkau sumber air saat api berkobar di tengah permukiman yang padat.
“Jumlah hidran mandiri di Jakarta Barat paling sedikit dibandingkan wilayah lain. Saat kejadian di Tambora dan Mangga Besar kemarin, petugas terpaksa menarik air dari kali atau titik air yang berjarak jauh karena nyaris tak ada sumber air di sekitar lokasi,” papar Iin, Selasa (11/8/2026).
Baca juga : Langkah Nyata Tiga Pilar Tambora: Mengubah Wajah Wilayah Lewat Program “TAMPAN”
Keterbatasan sarana penanggulangan kebakaran pun terlihat dari persebaran pos pemadam yang belum merata. Dari sebelas kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora, baru empat kelurahan yang memiliki Pos Damkar. Karena itulah, Pemkot Jakarta Barat bertekad memperkuat ketersediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran hingga ke tingkat kelurahan.
“Rencana pembangunan ini juga menyertai penyesuaian aset dan pengelolaan lingkungan. Aset berupa KIB A akan dialihkan pengelolaannya kepada Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, sedangkan pembangunan fisiknya dikoordinasikan melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup, ” ujar Iin.
Keistimewaannya, bangunan yang didirikan bukan sekadar berfungsi sebagai pos pemadam, melainkan dirancang menjadi fasilitas multifungsi. Di dalamnya turut disiapkan titik pembuangan sampah baru, sehingga pelayanan kebersihan tetap berjalan tanpa menghambat akses jalan yang vital bagi jalannya penanganan darurat.
Rencananya, Tempat Pembuangan Sampah sementara yang kini berada di tengah permukiman RW 03 Duri Utara akan dialihfungsikan menjadi Pos Damkar. Sebagai gantinya, lokasi pembuangan sampah akan dipindahkan ke tempat baru yang tetap tertib dan tidak mengganggu aktivitas warga maupun akses jalan.
Baca juga : Kondisi Banjir di Jalan Kembangan Selatan: Satpel Dishub Tambora Turun Tangan Atur Lalin
Hal senada disampaikan Lurah Duri Utara, Ari Kurnia. Ia menerangkan bahwa instruksi telah turun dari Wali Kota untuk segera menyiapkan lokasi pembangunan Pos Damkar sebagai prioritas utama. Terkait pengelolaan sampah, depo RW 03 akan direlokasi dan menerapkan sistem transit atau titik penampungan sementara di Jalan KH Mas Mansur, tepat di samping SPBU RT 03/RW 03.
Lokasi baru pembuangan sampah tersebut memiliki bahu jalan yang cukup luas, diperkirakan mampu menampung dua truk sekaligus saat proses bongkar muat. Agar tidak mengganggu kenyamanan warga, pembuangan dan pengangkutan sampah akan diatur pada rentang waktu tengah malam hingga dini hari. “Bisa dimulai di atas jam dua belas malam, pengumpulan sampah dilakukan, dan pukul tiga pagi sudah tertangani sepenuhnya,” jelas Ari.
Dengan peletakan batu pertama yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus 2026 nanti, warga Duri Utara dan sekitarnya mulai menyandarkan harapan: adanya pos pemadam yang dekat serta ketersediaan sumber air yang memadai kelak akan menjadi benteng perlindungan andalan di tengah kawasan permukiman yang rawan bahaya api.











