Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sebuah temuan yang mengejutkan terjadi di lingkungan pendidikan di kawasan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polres Metro Jakarta Selatan kini sedang meneliti dan menyelidiki adanya sejumlah senjata yang tersimpan di salah satu ruangan di sebuah yayasan sekolah swasta di wilayah tersebut.
Benda-benda yang diduga berupa senjata itu terdiri dari senjata angin atau air gun hingga senjata api, yang ditemukan tersimpan di ruangan yang seharusnya hanya digunakan untuk keperluan kegiatan belajar mengajar. Keberadaan senjata-senjata di tempat yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak didik ini tentu memicu kekhawatiran sekaligus pertanyaan besar dari masyarakat.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Joko Adiwibowo, membenarkan adanya peristiwa tersebut ketika dikonfirmasi oleh para wartawan pada hari Kamis (6/8/2026).
“Bahwa benar Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima Laporan dari masyarakat terkait temuan senjata yang terdiri dari air gun dan senjata api yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,” ujar Joko.
Baca juga : Di Balik Pintu Terkunci Sekolah: Ratusan Senjata, Bunker Rahasia, dan Ancaman yang Mengintai Anak-anak
Bahkan, sebelum laporan resmi dari masyarakat masuk, pihak kepolisian sudah mencatat peristiwa tersebut. Polisi telah menerbitkan Laporan Polisi Model A tepat saat kejadian atau penemuan itu diketahui, menandai adanya penanganan yang segera dilakukan aparat setelah mengetahui adanya hal yang tidak wajar di lingkungan sekolah itu.
“Bahwa sebelum adanya laporan polisi dimaksud, Polres Jakarta Selatan telah membuat laporan polisi model A yang dibuat sesaat setelah ditemukannya kejadian dimaksud,” tambahnya.
Hingga saat ini, kronologi pasti bagaimana senjata-senjata itu bisa berada di sana, siapa yang menyimpannya, dan untuk apa senjata itu dipergunakan, belum dapat dijelaskan secara rinci. Pihak kepolisian masih menutup rapat identitas pemilik atau penyimpan senjata tersebut, serta jenis dan jumlah pastinya.
“Terhadap perkara saat ini pada tahap penyelidikan,” tegas Joko Adiwibowo, menegaskan bahwa proses pengumpulan keterangan dan fakta masih berjalan terus.
Polisi berjanji akan mengungkap segala sesuatu secara bertahap sesuai hasil penyelidikan yang dilakukan, guna menjawab kekhawatiran masyarakat dan memastikan bahwa lingkungan sekolah kembali menjadi tempat yang sepenuhnya aman dari ancaman apa pun.











