Satusuaraexpress.co | Jakarta — Musim kemarau yang berlangsung kini membawa berkah tersendiri bagi para nelayan dan pelaku usaha perikanan di wilayah perairan DKI Jakarta. Samudera yang tampak tenang dan disinari cahaya matahari yang terik menyimpan kekayaan yang makin melimpah, seiring perubahan kondisi laut yang sangat menguntungkan bagi dunia perikanan tangkap.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan bahwa durasi musim kemarau yang relatif panjang memicu terjadinya peristiwa alam bernama upwelling, pergerakan massa air dari lapisan laut dalam yang naik ke permukaan. Bersama air yang naik tersebut, ikut terbawa kandungan nutrisi yang sangat kaya dan dibutuhkan oleh pertumbuhan plankton, yang menjadi sumber pakan alami utama bagi ikan-ikan di laut.
“Kondisi tersebut membuat ketersediaan ikan pelagis kecil, seperti ikan teri, rajungan, dan udang rebon, menjadi lebih melimpah sehingga hasil tangkapan nelayan mengalami peningkatan,” kata Hasudungan, Selasa (4/8/2026).
Baca juga : Stelina: Inovasi Digital yang Mengubah Wajah Perikanan Indonesia Menuju Standar Global
Selain melimpahnya hasil tangkapan, terang benderangnya sinar matahari di musim kemarau turut memberikan keuntungan berlipat bagi para pelaku usaha pengolahan hasil laut. Panas matahari yang menyengat mempercepat proses pengeringan ikan asin yang dijemur di halaman-halaman rumah atau tempat penjemuran, sehingga kualitas ikan asin menjadi lebih baik, bersih, dan terjaga kesegarannya, sementara waktu yang dibutuhkan untuk proses pengeringan pun menjadi jauh lebih singkat dan efisien.
Meski tengah menikmati masa panen yang melimpah, Hasudungan mengingatkan agar para nelayan tetap waspada dan bersiap menghadapi perubahan musim yang akan datang. Nantinya, saat memasuki musim angin barat yang umumnya berlangsung antara bulan Desember hingga Februari, permukaan laut kerap berubah bergelombang tinggi dan cuaca menjadi kurang bersahabat, sehingga aktivitas melaut akan mengalami kendala dan hasil tangkapan diperkirakan menurun.
Namun, para nelayan bukanlah orang yang asing dengan perubahan alam tersebut. Sebagai orang yang hidup bersahabat dengan laut sejak lama, mereka sudah memahami pola siklus alam ini dengan baik.
Baca juga : Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Genjot Pengerukan Saluran di Tengah Musim Kemarau
“Pengalaman turun-temurun telah membekali mereka dengan kearifan untuk bersiap. Salah satu langkah yang biasa dilakukan adalah menyisihkan dan mengelola pendapatan yang melimpah saat musim ikan seperti sekarang, agar dapat mencukupi kebutuhan hidup saat masa paceklik tiba kelak, ” ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun tak tinggal sendirian dalam menemani para nelayan. Melalui Dinas KPKP, pemerintah berkomitmen terus mendukung keberlanjutan usaha perikanan tangkap agar tetap berjalan sejahtera.
Setiap tahun diselenggarakan berbagai program pembinaan, mulai dari pemberian bantuan sarana penangkapan, pelatihan untuk meningkatkan kemampuan diri, hingga pendampingan agar produktivitas dan kemandirian nelayan terus tumbuh dan terjaga.
“Pemerintah juga senantiasa berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait demi memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan tetap tersedia cukup, tepat sasaran, dan mudah dijangkau. Sehingga, roda kehidupan dan usaha para nelayan dapat terus berjalan lancar sepanjang musim, baik saat laut sedang bersahabat maupun saat mulai berubah nantinya, ” tutupnya.











