Satusuaraexpress.co | Jakarta – Suasana hangat dan penuh harapan menyelimuti pelaksanaan program “Sekolah Kembali” yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini terselenggara bersamaan dengan rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Program ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah daerah memastikan setiap anak, termasuk mereka yang sempat putus sekolah, tetap memperoleh hak pendidikan yang layak.
Hingga saat ini, program “Sekolah Kembali” telah berhasil menjangkau sebanyak 180 anak tidak sekolah (ATS). Sebaran pesertanya meliputi 26 siswa di Kecamatan Tamansari, 59 siswa di Kecamatan Tambora, 57 siswa di Kecamatan Cengkareng, dan 38 siswa di Kecamatan Kalideres.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Nahdiana, M.Pd., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diambil Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat. Menurutnya, program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah sistematis untuk menekan angka putus sekolah sekaligus mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh warga Jakarta.
Baca juga : Langkah Cepat Dinas Pendidikan DKI Jakarta Membalik Keadaan Kasus Pemulangan Siswa di Tengah Ujian
“Program ‘Sekolah Kembali’ merupakan langkah sistematis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat untuk menekan angka putus sekolah dan memastikan layanan pendidikan yang inklusif, merata, serta berkualitas. Melalui kegiatan MPLS yang ramah anak, edukatif, dan bebas dari segala bentuk perundungan pada hari ini, kita menyambut hangat anak-anak kita untuk kembali menata masa depan mereka,” ujar Nahdiana, Selasa (28/7/2026).
Keterjangkauan program ini tidak lepas dari kerja sama lintas sektor yang kuat. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bekerja bahu-membahu bersama jajaran kecamatan, kelurahan, perangkat RT/RW, kader PKK, hingga kelompok Dasawisma.
Mereka turun langsung ke lapangan melakukan pendataan dan pendampingan kepada keluarga dengan pendekatan dari rumah ke rumah, agar anak-anak yang sempat berhenti bersekolah kembali didorong untuk melanjutkan pendidikan.
Baca juga : Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Rayakan Hari Anak Nasional dengan Segudang Prestasi
Melalui program ini, anak tidak sekolah memiliki kesempatan untuk kembali mengenyam pendidikan baik melalui jalur formal maupun nonformal, termasuk jalur Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, hingga Paket C.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menjamin dukungan berupa fasilitas sekolah gratis dan beragam layanan pendidikan alternatif, sehingga kendala ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Keberlanjutan dan keberhasilan program ini, sebagaimana ditegaskan Nahdiana, membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. “Mulai dari orang tua, tenaga pendidik, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha diharapkan bersinergi dalam memenuhi hak anak atas pendidikan yang berkualitas, aman, inklusif, dan berkeadilan, ” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong yang terus dibangun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta optimis mampu mewujudkan wilayah yang bebas dari anak tidak sekolah, sekaligus mencetak generasi penerus yang unggul, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.













