Jakarta Barat Targetkan Sembilan Kelurahan Bebas BABS Tahun Ini

e13c1e43b6d4b0040f7f411c58ac0125
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berkomitmen menuntaskan persoalan buang air besar sembarangan (BABS) atau open defecation free (ODF) di 56 kelurahan secara bertahap. Tahun 2026 ini, penuntasan ditargetkan menyasar sebanyak sembilan kelurahan.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat terus berupaya meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan dengan menargetkan sembilan kelurahan dapat menuntaskan masalah buang air besar sembarangan atau dikenal juga dengan istilah open defecation free (ODF) pada tahun 2026 ini.

Langkah ini menjadi bagian dari penerapan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang digalakkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, menjelaskan bahwa dari total 56 kelurahan yang ada di wilayahnya, sebanyak 43 kelurahan telah menyatakan komitmen untuk mendukung keberhasilan program ini guna mengakhiri praktik BABS.

“Kami berkomitmen menyelesaikan persoalan buang air besar sembarangan di seluruh kelurahan secara bertahap. Hingga saat ini, sudah ada 13 kelurahan yang dinyatakan bebas BABS secara murni,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Baca jugaMeriahkan 5 Abad Jakarta, Turnamen Mini Soccer Piala Walikota Jakarta Barat Siap Digelar

Sahruna memaparkan bahwa persoalan BABS dibedakan menjadi dua kategori utama. Pertama, BABS terbuka, yang dialami oleh keluarga yang sama sekali tidak memiliki fasilitas jamban. Kedua, BABS tertutup, yaitu kondisi di mana keluarga sudah memiliki jamban, namun tidak dilengkapi dengan tangki septik, sehingga limbah cairnya langsung dialirkan ke selokan atau saluran air umum. Fokus penanganan saat ini lebih diarahkan pada penyelesaian kasus BABS tertutup yang masih tersisa di 43 kelurahan.

“Untuk tahun ini, kami menargetkan sembilan kelurahan bisa tuntas menangani BABS tertutup melalui pembangunan tangki septik komunal,” tegasnya.

Kesembilan kelurahan yang menjadi prioritas tersebut meliputi: Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan sisa 37 kepala keluarga (KK), Rawa Buaya sebanyak 97 KK, Jelambar 80 KK, dan Semanan 75 KK. Selanjutnya ada Kelapa Dua dengan 52 KK, Kembangan Selatan 35 KK, Palmerah 87 KK, Glodok 8 KK, serta Mangga Besar yang tersisa 41 KK.

Baca jugaUmar Abdul Aziz Bantah Jakarta Barat Disebut “Gotham City”, Tegaskan Kondisi Kamtibmas Terus Membaik

Untuk mempercepat pelaksanaannya, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat tidak hanya mengandalkan sumber daya internal, tetapi juga melibatkan dukungan dari berbagai pihak.

“Selain bekerja sama dengan Suku Dinas Sumber Daya Air, pembangunan tangki septik komunal juga akan melibatkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Kami berharap seluruh rencana ini dapat berjalan lancar dan terealisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” pungkas Sahruna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *