Bangunan Liar Kembali Bermunculan di Kolong Tol Jalan Profesor Dokter Latumeten

IMG 20260531 WA0005
Bangunan Liat Kembali Bermunculan di Kolong Tol Jalan Profesor Dokter Latumeten, Gropet, Jakarta Barat.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Di Jalan Profesor Dokter Latumeten, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, sebuah pemandangan yang sempat menghilang kini kembali terlihat. Bangunan liar yang sebelumnya sudah ditertibkan dan warganya telah direlokasi, kini mulai bermunculan kembali menempati lahan yang berada di bawah jembatan tol tersebut.

Kehadiran bangunan ini kini kembali menjadi perhatian warga dan mengundang pertanyaan, mengingat sebelumnya kawasan ini pernah menjadi pusat perhatian karena aktivitas yang meresahkan.

Narto, salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi, menceritakan bahwa keberadaan bangunan liar ini mulai terlihat beberapa bulan terakhir. Bangunan-bangunan yang berdiri tanpa izin resmi itu semakin terlihat jelas dan mulai menempati ruang yang ada.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada langkah tegas yang dilakukan oleh perangkat pemerintah setempat untuk menanganinya, sehingga keberadaannya semakin terasa dan tidak kunjung hilang.

“Dulu udah pernah ditertibkan, itu kalau nggak salah waktu kepemimpinan Wali Kota Uus Kuswanto. Tapi sekarang bangunan liar mulai muncul lagi,” ujar Narto dengan nada yang menyampaikan kekhawatiran.

Baca jugaSebanyak 35 Bangunan Liar di Jakbar yang Diduga Jadi Tempat Prostitusi Dibongkar

Sebelumnya, bangunan liar di lokasi ini sudah pernah ditertibkan secara menyeluruh pada masa kepemimpinan Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto. Saat itu, seluruh warga yang menempati bangunan liar tersebut telah dipindahkan ke tempat tinggal yang layak, yaitu rumah susun (Rusun) yang disediakan oleh pemerintah.

Langkah penertiban ini dilakukan karena kawasan tersebut mengalami berbagai masalah sosial yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Penyebab utama penertiban tersebut adalah dugaan bahwa bangunan liar yang ada di sana digunakan sebagai tempat aktivitas prostitusi yang disembunyikan di balik kedok warung kopi. Aktivitas semacam ini dianggap sangat meresahkan warga sekitar dan merusak suasana lingkungan yang seharusnya tertib dan nyaman.

Banyak warga yang merasa terganggu dengan keberadaan aktivitas yang tidak pantas dan merusak nilai-nilai sosial ini, sehingga mereka melaporkannya kepada pihak berwenang.

Baca jugaOknum Pejabat Jadi Bekingan Bangunan Liar, CITATA Kalideres Pun Dinilai Buruk, Walkot Jakbar Ada Solusi?

“Permasalahan penyakit sosial di masyarakat yang ada di sekitar kawasan tersebut kita selesaikan bersama-sama,” kata Uus saat itu.

Sebelum tindakan penertiban dilakukan, Pemerintah Kota telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penyadaran. Warga setempat telah diberi penjelasan dan sosialisasi tentang aturan serta dampak dari keberadaan bangunan liar dan aktivitas yang tidak sesuai.

Selain itu, surat peringatan tingkat I, II, dan III juga telah disampaikan kepada pihak yang terlibat, sebagai tanda peringatan sebelum tindakan lebih lanjut diambil.

Setelah proses penertiban selesai, pihak pemerintah berjanji akan melakukan tindaklanjut yang jelas. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa lahan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut tetap terjaga dengan baik dan tidak kembali dimanfaatkan secara tidak sah di kemudian hari.

Kini, dengan munculnya kembali bangunan liar di lokasi yang sama, warga menunggu kehadiran langkah yang sama seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Mereka berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat, sehingga kawasan yang seharusnya menjadi ruang publik yang tertib dan bermanfaat dapat kembali berfungsi dengan baik, dan ketertiban masyarakat dapat terjaga seperti yang diharapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *