Kerjasama Strategis Indonesia – Prefektur Miyazaki: Perluas Peluang Kerja Pekerja Terampil dan Perkuat Perlindungan

IMG 20260512 150202 scaled
Kerjasama Strategis Indonesia – Prefektur Miyazaki: Perluas Peluang Kerja Pekerja Terampil dan Perkuat Perlindungan.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menerima kunjungan istimewa dari rombongan Pemerintah Prefektur Miyazaki, Jepang. Ini menjadi momen bersejarah karena kunjungan ini merupakan yang pertama kalinya Gubernur Prefektur Miyazaki datang secara resmi ke Indonesia, dengan tujuan utama mempererat hubungan kerjasama di bidang penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia.

Menteri KP2MI, Mukhtarudin, menyampaikan bahwa kedatangan rombongan Miyazaki menjadi langkah nyata perluasan jangkauan kerjasama Indonesia dengan wilayah-wilayah di Jepang. Prefektur Miyazaki tercatat sebagai wilayah keempat di Jepang yang menjalin komunikasi dan kerjasama langsung dengan KP2MI, dengan fokus utama ganda: memperkuat perlindungan bagi pekerja migran yang sudah bekerja di sana, serta membuka peluang baru penempatan tenaga kerja di berbagai sektor formal.

Saat ini, posisi pekerja migran Indonesia di Prefektur Miyazaki menempati urutan terbesar dibandingkan negara pengirim pekerja lain di kawasan ASEAN maupun negara lain seperti Vietnam, Filipina, Bangladesh, dan Singapura.

“Jumlahnya tercatat mendekati 3.000 orang, tepatnya sekitar 2.999 orang, yang tersebar di beragam sektor penting. Mereka berkarya di sektor manufaktur, konstruksi, perikanan, perkebunan, peternakan, layanan perawatan lansia (caregiver), hingga industri perhotelan dan jasa lainnya,” kata Mukhtarudin, Selasa (12/5/2026).

Baca jugaMenteri Mukhtarudin Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bali: Fokus Penempatan Terampil ke Bulgaria

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Prefektur Miyazaki menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan kesempatan kerja bagi warga Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Seluruh peluang yang ditawarkan merupakan posisi untuk pekerja terampil atau skill worker, yang mengacu pada skema Status Keterampilan Khusus (SSW).

“Artinya, peluang ini hanya terbuka bagi tenaga kerja yang memiliki kompetensi khusus, keahlian teknis, dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh industri setempat,” ujarnya.

Pertemuan hari ini juga menghasilkan kesepahaman penting terkait langkah-langkah persiapan penyusunan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU). Kedua belah pihak telah membahas rincian tahapan dan mekanisme pembahasan isi kerjasama, dengan target penandatanganan MOU dapat terlaksana dalam waktu dekat.

Melalui dokumen kerjasama ini, diharapkan perlindungan hukum, sosial, dan ekonomi bagi pekerja Indonesia di Miyazaki semakin kokoh, sekaligus membuka jalan penempatan tenaga kerja profesional di sektor-sektor baru yang sedang berkembang.

Baca jugaIngatkan Etos Kerja di Korea, Menteri Mukhtarudin: Jaga Nama Baik Bangsa dan Jauhi Judi Online

Alasan di balik terbukanya peluang luas ini adalah kondisi demografi yang dialami Jepang, termasuk Prefektur Miyazaki. Wilayah ini menghadapi fenomena penurunan jumlah penduduk yang cukup signifikan serta populasi yang menua (aging population), sehingga menciptakan kebutuhan tenaga kerja yang besar di berbagai sektor ekonomi.

Di sisi lain, Indonesia memiliki keunggulan berupa jumlah penduduk yang besar dan terus bertumbuh, yang menjadi modal utama untuk mengisi kebutuhan tersebut selama disiapkan dengan baik dari segi penguasaan bahasa Jepang maupun keterampilan teknis.

“Langkah ini sejalan sepenuhnya dengan arahan Presiden Republik Indonesia, yang menekankan dua prioritas utama: pertama, memperkuat sistem perlindungan pekerja migran, dan kedua, memastikan penempatan yang dilakukan hanya untuk pekerja terampil di sektor-sektor formal dan profesional,” jelasnya.

Mukhtarudin juga menambahkan bahwa kerjasama serupa akan terus diperluas ke wilayah lain di Jepang. Selanjutnya, Prefektur Aichi direncanakan akan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia untuk menjajaki bentuk kerjasama yang sama.

Baca juga Pastikan Penanganan Maksimal Korban Kebakaran Tai Po, Menteri Mukhtarudin : “Tidak Ada Pekerja Migran yang Kami Biarkan Sendirian”

Sementara itu, Gubernur Prefektur Miyazaki, Kohno Shunji mengungkapkan rasa senang dan apresiasinya atas penyelenggaraan pertemuan yang produktif ini. Ia menilai kerjasama antara kedua negara adalah solusi strategis yang saling menguntungkan: Jepang memiliki kebutuhan tenaga kerja akibat penurunan populasi, sedangkan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang melimpah dan berpotensi.

“Kami sangat berharap semakin banyak warga Indonesia yang bekerja di prefektur kami, dan semakin banyak perusahaan kami yang dapat merekrut tenaga kerja Indonesia,” ujarnya, seraya menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan perhatian dari Pemerintah Indonesia.

Kunjungan kerja ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran pekerja migran Indonesia tidak hanya diakui, tetapi juga sangat dibutuhkan dan dihargai di tingkat internasional, sekaligus membuka babak baru hubungan kerjasama yang erat, saling menguntungkan, dan berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *