Satusuaraexpress.co | Bogor — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya memperkuat kerja sama antardaerah di dalam kerangka aglomerasi Jabodetabek. Langkah ini diambil untuk menjawab berbagai tantangan perkotaan yang semakin kompleks, mulai dari keterhubungan sistem transportasi massal, penanggulangan banjir, hingga peningkatan kualitas lingkungan dan pelayanan dasar bagi warga.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan kunjungan bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta Pusat. Dalam pertemuannya, kedua pemimpin daerah membahas sejumlah agenda prioritas yang menjadi perhatian bersama. Salah satu fokus utamanya adalah kelanjutan pengembangan Jalur Rel Terpadu Ringan (LRT) Jabodebek yang diharapkan dapat mempermudah pergerakan warga antarwilayah.
Selain itu, dibahas pula rencana integrasi layanan angkutan umum TransJakarta dengan rute Bogor–Blok M, serta peningkatan keterhubungan transportasi menuju Terminal Bubulak, agar akses perjalanan menjadi lebih lancar dan nyaman.
Selain sektor transportasi, perbincangan juga menyoroti masalah penanggulangan banjir yang telah lama menjadi tantangan di kawasan ini. Mengingat aliran sungai dan kondisi hidrologi di wilayah Jabodetabek saling terhubung erat, penanganan masalah ini tidak bisa dilakukan secara terpisah oleh satu daerah saja.
Baca juga : Pagar Roboh Timpa Warga, Cuaca Ekstrem Picu Berbagai Bencana di Bogor
Oleh karena itu, kedua belah pihak sepakat untuk menyusun langkah-langkah nyata yang bersifat kolaboratif, sehingga penanganan banjir dapat dilakukan secara terpadu, mulai dari wilayah hulu hingga hilir sungai.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan pertemuan ini juga membuka peluang kerja sama lain, termasuk kemungkinan dukungan dalam bentuk hibah serta penguatan hubungan antarberbagai sektor. Bidang yang menjadi sasaran kerja sama meliputi pengelolaan sampah yang lebih efektif, upaya pelestarian lingkungan hidup, peningkatan kemampuan tim penyelamatan dan mitigasi kebakaran, serta pembangunan fasilitas transportasi yang mendukung mobilitas warga dengan cara yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Hal yang menarik, pembahasan ini juga menekankan pentingnya penguatan konsep aglomerasi Jabodetabek yang kini sudah memiliki landasan hukum yang jelas melalui peraturan nasional.
Baca juga : Anggaran Memadai dan Kerja Sama Luas, Pemkot Bogor Perkuat Pendidikan
“Dengan adanya dasar hukum tersebut, diharapkan koordinasi antarwilayah menjadi lebih teratur, terpadu, dan hasilnya lebih terasa dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan, ” kata Dedie, Selasa (5/5/2026).
Dedie menegaskan bahwa kedudukan Kota Bogor sangat strategis sebagai kota penyangga utama bagi Jakarta. Kota ini memegang peran yang tak terpisahkan dalam ekosistem pembangunan kawasan metropolitan yang luas. Karena itu, kerja sama antardaerah harus terus dipupuk dan diperkuat, agar hasil kemajuan pembangunan dapat dinikmati secara adil dan merata oleh seluruh masyarakat di wilayah Jabodetabek.
“Berbagai masalah seperti transportasi, banjir, lingkungan, hingga penanganan bencana tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Kita harus bergerak bersama dalam kerangka aglomerasi, agar setiap langkah yang diambil lebih menyeluruh, hasilnya bisa diukur, dan benar-benar memberikan dampak positif yang nyata bagi kehidupan warga,” tegas Dedie.













