Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menyiagakan sebanyak 1.400 petugas kebersihan, demi mendukung kelancaran peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun ini. Langkah ini diambil secara khusus agar ribuan buruh yang hadir dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan rasa nyaman, aman, serta berada di lingkungan yang senantiasa bersih dan terawat.
Peringatan May Day tahun ini menjadi momen yang sangat istimewa dan dinanti banyak pihak. Acara diperkirakan dihadiri oleh sekitar 300.000 buruh yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, acara ini turut dihadir Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dengan skala kehadiran yang begitu besar dan kehadiran tokoh penting negara, kesiapan berbagai aspek pelayanan publik termasuk penanganan kebersihan lingkungan menjadi hal yang mendapatkan perhatian serius dan penekanan khusus dari pemerintah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyampaikan bahwa peringatan May Day bukan sekadar momen bagi para pekerja untuk menyuarakan aspirasi dan harapan mereka. Lebih dari itu, kesempatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat semangat gotong royong yang erat di antara tiga elemen utama: para buruh, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat, dalam upaya bersama menjaga dan merawat kota Jakarta sebagai tempat tinggal dan beraktivitas bersama.
Baca juga : DLH Percepat Penanganan Sampah di Dalam Kota, TPS Liar Ditutup Permanen
“May Day tahun ini menjadi momentum kolaborasi seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Kami ingin memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan lancar, terasa nyaman bagi semua peserta, dan setelah acara selesai, Jakarta tetap dalam keadaan bersih dan terjaga. Semangat perjuangan dan aspirasi para pekerja juga dapat berjalan seiring dengan tumbuhnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujar Dudi, Jumat (1/5/2026).
Ia pun menambahkan, peringatan tahun ini memiliki makna yang lebih dalam dan tersendiri. Hal ini tak lepas dari latar belakang Menteri Lingkungan Hidup saat ini yang dulunya dikenal sebagai aktivis buruh.
Kondisi ini dinilai semakin memperkuat pesan penting bahwa isu ketenagakerjaan dan upaya pelestarian lingkungan hidup bukanlah hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan secara selaras demi meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Untuk memastikan penanganan kebersihan berjalan efektif selama kegiatan berlangsung, 1.400 personel yang dikerahkan merupakan gabungan dari berbagai satuan kerja. Mereka berasal dari Suku Dinas Lingkungan Hidup di lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta, serta dari Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPSBA).
Baca juga : DLH DKI Jakarta Aktifkan Operasi Tanggap Darurat Setelah Longsor di TPST Bantargebang
“Para petugas ini akan bekerja secara bergantian dalam dua jadwal shift yang teratur, yakni pada pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, dan shift kedua yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga seluruh rangkaian kegiatan dinyatakan selesai, ” ujarnya.
Selain menyiapkan tenaga yang handal dan berdedikasi, DLH DKI Jakarta juga melengkapi persiapan dengan menyediakan berbagai sarana kebersihan yang memadai. Sarana-sarana ini ditempatkan secara strategis di area utama Monas, taman sekitar Monas, hingga sejumlah lokasi kantong parkir yang menjadi akses utama, seperti Lapangan Banteng, Kemayoran, dan kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Berbagai fasilitas lengkap telah disiapkan dan disebar di lokasi-lokasi tersebut, mencakup 18 unit penyapu jalan otomatis, 12 unit truk pengangkut sampah anorganik, 12 unit truk pemadat sampah, 6 unit mobil pengawasan dan pengecekan lapangan, 112 tempat sampah umum, 23 unit bus yang difungsikan sebagai fasilitas toilet, 23 unit toilet portabel, serta ribuan kantong plastik yang disiapkan untuk memudahkan pengumpulan sampah.
DLH juga memberikan perhatian khusus pada sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Di sejumlah titik strategis, telah disediakan tempat sampah yang dipilah berdasarkan jenisnya, meliputi tempat sampah untuk bahan yang mudah terurai seperti sisa makanan, tempat sampah untuk bahan yang dapat didaur ulang seperti plastik dan karton, serta tempat sampah untuk jenis sampah residu atau sisa yang sulit diolah.
Baca juga : DLH DKI Pastikan SPKU RDF Plant Rorotan Tidak Dimatikan, Sedang Jalani Kalibrasi Lapangan
Langkah ini dilakukan untuk membiasakan dan memudahkan masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya, sehingga proses pengelolaan sampah selanjutnya dapat berjalan lebih tertib, terarah, dan efisien.
“Menjaga kebersihan dan keindahan kota Jakarta bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai warga. Kami mengajak seluruh peserta peringatan May Day untuk turut berperan aktif dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, memilah sampah sesuai jenisnya, serta menjaga dan tidak merusak fasilitas umum yang ada, ” tutup Dudi.













