Satusuaraexpress.co | Jakarta — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, gawai dan internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Namun, di balik manfaatnya yang besar, teknologi juga menyimpan berbagai risiko yang dapat mengancam keselamatan dan perkembangan anak.
Menyadari hal ini, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan mengajak seluruh orang tua untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gawai oleh anak-anak mereka. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pemanfaatan sejumlah aplikasi pengawasan digital yang telah direkomendasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia.
Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid, menjelaskan bahwa pengawasan terhadap aktivitas digital anak merupakan langkah perlindungan yang sangat mendesak dan penting. Ruang maya saat ini diisi oleh berbagai jenis konten, dan tidak semuanya sesuai dengan usia atau aman bagi anak.
Mulai dari konten yang mengandung unsur kekerasan, pornografi, hingga berbagai bentuk perundungan siber dan risiko kecanduan digital, semuanya dapat berdampak buruk pada pertumbuhan fisik maupun mental anak. Oleh karena itu, peran orang tua menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan anak saat mereka berinteraksi dengan dunia maya.
Baca juga : Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Genjot Pengerukan Saluran di Tengah Musim Kemarau
“Kami secara terus-menerus mengedukasi para orang tua agar mereka mampu mengawasi aktivitas anak-anak melalui aplikasi pengawasan yang tersedia secara luas, baik untuk perangkat berbasis Android maupun iOS,” ujar Rizky, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan bahwa pemerintah melalui Komdigi telah menyusun daftar aplikasi yang terbukti efektif dan aman digunakan untuk tujuan ini.
Beberapa di antaranya adalah Google Family Link yang memungkinkan pengaturan batas waktu penggunaan dan pemantauan aplikasi yang diakses, Apple Screen Time yang menyajikan laporan rinci tentang aktivitas perangkat, YouTube Kids yang menyajikan konten yang disesuaikan untuk anak, TikTok Family Pairing yang menghubungkan akun orang tua dan anak untuk pengaturan keamanan, hingga Roblox yang memiliki fitur pengendalian akses bagi pengguna muda.
“Semua aplikasi ini dapat diunduh dengan mudah melalui toko aplikasi resmi di ponsel, sehingga memudahkan orang tua untuk memantau dan mengatur apa saja yang dilakukan anak di dunia digital, ” ujarnya.
Selain pemanfaatan alat bantu teknologi, Rizky juga menekankan bahwa literasi digital merupakan pondasi utama dalam membentuk kebiasaan penggunaan gawai yang bijak dan bertanggung jawab. Memiliki kemampuan teknis untuk mengoperasikan alat pengawasan saja tidak cukup; orang tua dan anak perlu memiliki pemahaman yang sama tentang manfaat, risiko, serta aturan yang harus dipatuhi saat menggunakan internet. Oleh sebab itu, sosialisasi dan penyebaran informasi terkait hal ini terus dilakukan agar tercipta kesepahaman di dalam keluarga.
“Pada akhirnya, pengawasan di lingkungan rumah sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua. Mereka harus benar-benar memperhatikan dan memahami apa saja yang dikonsumsi atau diakses anak melalui teknologi, karena di sinilah perlindungan paling dasar dimulai,” tegasnya.
Baca juga : Percepat Transformasi Digital, Internet Rakyat Ekspansi Layanan Super Murah ke Jakarta Selatan
Sebagai upaya lebih lanjut untuk mengantisipasi dampak negatif teknologi, Sudin PPAPP Jakarta Selatan juga sedang mempersiapkan sebuah program unggulan baru yang diberi nama Jaga Anak Jaksel Asli dengan semangat Aman, Sehat, dan Berliterasi. Program ini direncanakan akan segera diluncurkan dan disusun agar sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025.
“Peraturan tersebut secara khusus menekankan betapa pentingnya perlindungan anak di ruang digital, di mana peran aktif keluarga dan pemanfaatan teknologi sebagai alat pengawasan menjadi poin utama yang harus diterapkan, ” jelasnya.
Melalui berbagai langkah dan program ini, Rizky Hamid menyampaikan harapannya agar pemanfaatan aplikasi pengawasan digital dapat menjadi jembatan bagi orang tua untuk lebih mendampingi anak-anak mereka di dunia maya. Ia juga berharap agar penggunaan teknologi dapat memberikan dampak positif yang maksimal bagi perkembangan anak, sekaligus menghindarkan mereka dari segala risiko yang ada.
“Semoga ke depannya anak-anak kita dapat memanfaatkan internet secara positif, tepat guna, dan bermanfaat, sementara para orang tua semakin terlibat aktif dalam mengawasi serta membimbing penggunaan gawai di dalam keluarga,” tandasnya.













