Ndhank Surahman Hartono, Sosok Legendaris di Balik Lagu-Lagu Abadi Stinky, Berpulang

screenshot 20260419 091851 insta 20260419092531
Foto Ndhank Surahman Hartono, semasa hidupnya.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Dunia musik Indonesia kembali berduka. Kabar duka datang menyelimuti hati para pencinta musik tanah air dengan wafatnya Ndhank Surahman Hartono pada Sabtu, 18 April 2026. Nama yang akrab disapa Ndhank ini dikenal luas sebagai pencipta lagu handal sekaligus mantan gitaris dari grup band rock legendaris, Stinky.

Kabar berpulangnya musisi berbakat ini pertama kali disampaikan secara resmi oleh Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) melalui unggahan di akun media sosial Instagram mereka. Dalam postingan tersebut, AKSI menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian salah satu anggota keluarga besar mereka.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ndhank Surahman Hartono, pencipta lagu dan musisi Indonesia, eks gitaris @stinkyband,” tulis pihak organisasi tersebut dalam keterangan resminya.

Pewaris Melodi yang Menginspirasi Generasi

AKSI menegaskan bahwa Ndhank bukan sekadar musisi biasa, melainkan sosok penting yang mewarnai perjalanan sejarah musik Indonesia. Karya-karya magis yang ia ciptakan bersama Stinky telah menjadi bagian dari kenangan banyak orang dan terus didengarkan lintas generasi. Lagu-lagu seperti “Mungkinkah” dan “Jangan Tutup Dirimu” menjadi bukti nyata kejeniusan musikalitasnya yang tak lekang oleh waktu.

Baca juga Juwono Sudarsono, Menhan Sipil Pertama RI, Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun

Namun, jejak yang ditinggalkan Ndhank tidak hanya terbatas pada nada dan lirik. Ia juga dikenang sebagai pejuang yang gigih. Dedikasinya dalam memperjuangkan perlindungan hak cipta dan penghargaan yang layak bagi para pencipta lagu di Indonesia akan selalu diingat dan dihargai.

“Almarhum juga dikenal sebagai seorang pejuang hak cipta yang berkomitmen dalam memperjuangkan penghargaan terhadap karya serta perlindungan bagi para pencipta lagu di Indonesia,” tambah AKSI.

Pengabdiannya dalam industri musik turut dikekalkan melalui peran aktifnya di dalam organisasi tersebut. “Beliau juga merupakan bagian dari keluarga besar AKSI yang turut menjadi ruang perjuangan dan pengabdian,” sambung mereka. Di akhir pesan duka, doa tulus dipanjatkan agar almarhum ditempatkan di sisi terbaik-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

Kepergian yang Mendadak Akibat Komplikasi Kesehatan

Kronologi kepergian sang maestro diungkapkan oleh pihak keluarga, melalui saudara kembar almarhum, Edo Surahim. Diketahui bahwa kondisi kesehatan Ndhank menurun drastis dalam waktu yang sangat singkat.

Baca jugaLama Berjuang Menghadapi Sakit Kanker Ginjal, Penyanyi dan Penulis Lagu Vidi Aldiano Tutup Usia

Menutur Edo, Ndhank sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama tiga hari sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Awalnya, almarhum didiagnosa mengalami stroke ringan. Namun, kondisi medisnya berjalan sangat cepat hingga mengalami komplikasi serius.

“Itu dirawat baru 3 hari. Awalnya struk ringan, terakhir sebelum meninggal pembuluh di otak pecah,” jelas Edo saat dihubungi, Minggu (19/4). Pecahnya pembuluh darah di otak inilah yang menjadi penyebab utama kepergiannya, sehingga segala upaya medis tidak lagi dapat menyelamatkan nyawanya.

Rencana Pemakaman di Manado

Saat ini, jenazah almarhum berada di Manado. Edo, yang saat ini masih berada di Tangerang, mengaku masih menunggu konfirmasi lebih lanjut mengenai waktu pemakaman dari istri almarhum.

“Kapannya saya masih tunggu konfirmasi dari istrinya, karena saya masih di Tangerang,” ucap Edo. Rencananya, jenazah pencipta lagu Mungkinkah ini akan disemayamkan dan dimakamkan di tanah kelahirannya, Manado.

Selamat jalan, Ndhank Surahman Hartono. Lagu-lagumu akan terus abadi di hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *