Tindakan Menahan Pintu Kereta Cepat Whoosh Dikecam, Ganggu Operasional dan Rugikan Penumpang Lain

IMG 20260413 WA0001
Tindakan Menahan Pintu Kereta Cepat Whoosh Dikecam, Ganggu Operasional dan Rugikan Penumpang Lain.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) secara tegas mengecam tindakan salah satu penumpang yang menahan pintu Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang pada Selasa (7/4). Insiden tersebut terjadi pada perjalanan dengan rute Padalarang–Halim yang seharusnya berangkat tepat waktu.

Peristiwa bermula ketika penumpang tersebut menyadari bahwa ada barang miliknya yang tertinggal di area peron tepat saat pintu kereta mulai menutup. Alih-alih membiarkan proses penutupan berjalan atau menghubungi petugas, penumpang tersebut justru melakukan tindakan menahan pintu secara paksa agar tetap terbuka.

Akibat aksi tersebut, sensor pada sistem buka-tutup pintu otomatis menjadi terganggu dan tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Gangguan teknis ini berdampak langsung pada jadwal perjalanan.

Keberangkatan yang seharusnya dilakukan pukul 07.23 WIB terpaksa harus ditunda hingga pukul 07.25 WIB. Keterlambatan dua menit ini tentu saja memberikan dampak ketidaknyamanan dan kerugian waktu bagi ratusan penumpang lain yang sudah berada di dalam kereta.

Baca jugaKCIC Jaga Ketepatan Waktu Kereta Cepat Whoosh Tahun 2025 Meskipun Hadapi Banyak Gangguan Eksternal

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Menurutnya, selain melanggar aturan keselamatan yang berlaku, perilaku menahan pintu kereta juga sangat berpotensi merusak sarana transportasi yang bernilai tinggi tersebut.

“Kami mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu kereta, karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga sangat berpotensi merusak sarana serta berdampak merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan,” ujar Eva, Senin (13/4/2026).

Setiap rangkaian Whoosh dilengkapi dengan teknologi pintu otomatis canggih yang merupakan bagian vital dari sistem keamanan perjalanan. Tindakan menahan pintu secara paksa dapat menyebabkan mekanisme penutupan menjadi error, yang tidak hanya mengganggu perjalanan saat itu, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan permanen atau kerusakan jangka panjang pada komponen kereta.

Untuk mencegah hal serupa terjadi, KCIC telah menyiagakan petugas baik di area peron maupun di dalam kereta. Petugas bertugas memastikan seluruh penumpang telah naik dengan aman dan memberikan arahan sebelum pintu ditutup. Oleh karena itu, penumpang diharapkan selalu patuh pada instruksi yang diberikan demi keselamatan bersama.

KCIC juga mengingatkan bahwa seluruh barang bawaan penumpang menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penumpang disarankan untuk selalu mengecek kelengkapan barang sebelum masuk ke dalam kereta.

Baca jugaPenataan Ulang Akses KA Feeder Whoosh di Stasiun Bandung: Semua Aktivitas Terpusat di Ruang Tunggu Baru

Apabila terjadi kejadian barang tertinggal, penumpang tidak perlu melakukan tindakan yang membahayakan atau mengganggu operasional. Penumpang dapat berkoordinasi dengan petugas di dalam kereta untuk penanganan lebih lanjut melalui sistem Lost and Found yang telah disediakan oleh KCIC.

Berdasarkan kejadian ini, penumpang yang bersangkutan telah diberikan teguran lisan agar tidak mengulangi tindakan serupa di masa mendatang. KCIC berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengguna jasa.

“KCIC berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan arahan petugas serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, maupun merusak sarana Whoosh,” tutup Eva.

Disiplin dan kepatuhan terhadap aturan merupakan kunci untuk menjamin kenyamanan, keamanan, dan ketepatan waktu perjalanan Kereta Cepat Whoosh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *