Satusuaraexpress.co | Jakarta — Taman Margasatwa Ragunan (TMR) mencatat kunjungan sebanyak 421.869 wisatawan selama periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, yang berlangsung dari tanggal 22 hingga 29 Maret 2026. Angka tersebut melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 400.000 pengunjung.
Kepala Humas TMR, Wahyudi Bambang, menjelaskan bahwa meskipun lonjakan pengunjung telah diprediksi sebelumnya, realisasi jumlah kunjungan tetap melebihi ekspektasi.
“Kami memprediksi sekitar 400.000 pengunjung selama periode 22-29 Maret 2026, namun hingga akhir masa libur Lebaran jumlahnya melampaui target,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Pergerakan jumlah pengunjung menunjukkan pola yang fluktuatif selama masa libur. Puncak awal terjadi pada hari pertama libur, yaitu 22 Maret dengan 72.311 orang, diikuti oleh 23 Maret yang mencapai 80.790 wisatawan, dan 24 Maret sebanyak 69.890 orang. Setelah tiga hari awal yang ramai, tren kunjungan sempat mengalami penurunan berturut-turut. Pada 25 Maret tercatat 49.476 pengunjung, 26 Maret sebanyak 29.542 orang, dan pada 27 Maret jumlahnya turun menjadi 16.604 orang.
Baca juga : Fakta 2 Harimau Sumatera Positiv Covid-19 ‘Isoman’ di Ragunan
“Menjelang akhir masa libur, kunjungan kembali meningkat; 28 Maret tercatat 44.636 orang, dan mencapai puncak kedua pada 29 Maret dengan jumlah 58.620 wisatawan, ” terangnya.
Selain sebagai sarana rekreasi, Wahyudi berharap kunjungan ke TMR juga dapat memberikan nilai edukasi, terutama bagi anak-anak dalam mengenal berbagai jenis satwa yang ada. Meskipun jumlah pengunjung sangat tinggi, situasi di dalam taman tetap kondusif. Pengelola telah melakukan antisipasi dengan menyiapkan 27 titik parkir serta menurunkan 854 personel gabungan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama semua pihak, mulai dari pengunjung yang tertib hingga unsur terkait yang membantu selama libur Lebaran,” ucapnya.
Setelah berakhirnya periode libur Lebaran, operasional TMR kembali ke kondisi normal. Jam buka ditetapkan mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, dengan ketentuan bahwa setiap hari Senin di luar libur nasional menjadi hari libur satwa.
“Kami tentu tetap harus memastikan kondisi satwa tetap optimal melalui pemberian pakan bergizi dan vitamin secara rutin,” tandas Wahyudi Bambang.













