Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sebelum momen Angkutan Lebaran 1447 H tiba, Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) melakukan berbagai langkah untuk memastikan operasional Kereta Cepat Whoosh berjalan dengan aman dan terkendali. Semua upaya ini didasarkan pada sistem keselamatan berlapis yang terintegrasi secara menyeluruh antara sarana, prasarana, dan pusat kendali operasi.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa menjelaskan bahwa kesiapan menghadapi periode Lebaran tidak hanya fokus pada pelayanan yang optimal bagi penumpang, tetapi juga pada keandalan sistem pengawasan dan pengendalian operasional yang berjalan secara real time selama 24 jam non-stop.
“Whoosh dirancang dengan sistem keselamatan berlapis yang terintegrasi antara kereta, jalur, dan pusat kendali. Pada periode Angkutan Lebaran, seluruh sistem yang sudah berfungsi baik sejak awal pengoperasian tersebut dipastikan bekerja optimal dengan pengawasan intensif selama 24 jam,” jelasnya, Sabtu (7/3/2026).
Baca juga : KCIC Berlakukan Penyesuaian Jadwal Kereta Cepat Whoosh
Dari aspek pengawasan prasarana, jaringan pemantauan visual Whoosh sangat luas dan komprehensif. Sebanyak 1.846 unit Closed Circuit Television (CCTV) terpasang merata di berbagai titik penting, mulai dari sepanjang jalur utama, terowongan, seluruh stasiun, depo, gardu traksi, hingga di dalam setiap rangkaian kereta (Electric Multiple Unit/EMU).
“Setiap perangkat CCTV ini terhubung langsung ke Operation Control Center (OCC), sehingga memungkinkan tim pengendali untuk melakukan pemantauan visual kondisi operasional dan lingkungan sekitar jalur secara langsung kapan saja, ” ujarnya.
Selain pemantauan visual, Whoosh juga dilengkapi dengan sistem peringatan dini yang berbasis sensor dan tersebar menyeluruh di sepanjang jalur kereta. Ada 17 sensor yang khusus mengukur kecepatan angin, 8 sensor untuk memantau curah hujan, 6 sensor yang berfungsi mendeteksi keberadaan benda asing di jalur, serta 7 perangkat Earthquake Early Warning Monitoring System (EEWMS) yang dirancang untuk mendeteksi aktivitas gempa bumi.
Semua sistem sensor ini bekerja secara real time dan terhubung secara terintegrasi dengan pusat kendali, sehingga mendukung proses pengambilan keputusan operasional dengan kecepatan dan presisi yang tinggi.
Melalui Railway Disaster Monitoring System (RDMS), parameter curah hujan dan kecepatan angin dipantau secara terus-menerus dengan menetapkan ambang batas tertentu. Apabila kondisi alam melampaui batas aman yang ditentukan, sistem ini secara otomatis akan memicu tindakan pembatasan kecepatan kereta bahkan hingga penghentian sementara perjalanan.
Sementara itu, sistem EEWMS memiliki kemampuan untuk mendeteksi gempa bumi dan secara instan mengaktifkan sistem pengereman darurat (emergency brake) serta menampilkan sinyal merah pada sistem persinyalan kereta.
Pada sisi pengendalian perjalanan, operasional Whoosh dikendalikan melalui rangkaian sistem terintegrasi yang mencakup CTCS-3/GSMR, Centralized Traffic Control (CTC), Transportation Dispatching Management System (TDMS), Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), serta sistem interlocking.
Baca juga : KCIC Jaga Ketepatan Waktu Kereta Cepat Whoosh Tahun 2025 Meskipun Hadapi Banyak Gangguan Eksternal
Kombinasi sistem ini memungkinkan pengaturan jarak aman antar setiap kereta, kontrol kecepatan yang dapat menyesuaikan kondisi lapangan, serta manajemen rute perjalanan dan kelistrikan traksi dengan tingkat presisi yang tinggi, semua diatur langsung dari pusat kendali.
Untuk menjamin kondisi prasarana tetap dalam keadaan prima, KCIC secara berkala menjalankan Comprehensive Inspection Train (CIT). Kereta khusus ini berfungsi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalur dan seluruh infrastruktur pendukung, serta melakukan perjalanan konfirmasi sebelum operasional harian dimulai.
Pendekatan preventif ini memungkinkan tim teknis untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan sebelum dapat memberikan dampak pada perjalanan kereta yang mengangkut penumpang.
“Dengan sistem keselamatan berlapis, dukungan sensor terintegrasi, dan pengendalian operasional yang bekerja selama 24 jam, Whoosh siap melayani masyarakat selama Angkutan Lebaran dengan aman, andal, dan terkendali,” pungkas Eva Chairunisa.













