Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pemerintah Kota Jakarta Selatan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap takjil yang diperjualbelikan selama bulan Ramadan di kawasan Gandaria Utara, Kebayoran Baru. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengawasan rutin yang dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Di lokasi sidak, tim melakukan pengambilan dan uji sampel terhadap berbagai jenis panganan takjil. Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho yang hadir langsung menjelaskan bahwa proses uji sampel dilakukan terhadap 39 varian produk dari sejumlah pedagang yang berjualan di kawasan tersebut.
“Pemeriksaan awal, hasil menunjukkan bahwa tiga sampel di antaranya dinyatakan positif mengandung zat berbahaya, yaitu formalin dan pewarna tekstil, ” kata Ali, Kamis (5/3/2026).
Baca juga : Sudinhub Jakarta Selatan Verifikasi 519 Peserta Mudik Gratis Klaster Kedua
Menurut Ali Murthadho, kedua zat tersebut termasuk dalam kategori larangan penggunaan pada makanan karena dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan konsumen, baik dalam periode jangka pendek maupun jangka panjang. Selain melakukan pemeriksaan, kegiatan sidak juga difungsikan sebagai sarana sosialisasi dan edukasi bagi para pedagang.
Ali Murthadho menyampaikan bahwa pihaknya memberikan pemahaman terkait larangan penggunaan bahan berbahaya serta pentingnya menjaga keamanan pangan yang dijual. Ia juga menegaskan perhatian pribadinya terhadap isu kesehatan masyarakat yang terkait dengan keamanan pangan.
“Sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Selatan telah melakukan koordinasi dengan BPOM untuk melacak jejak produsen bahan makanan yang diduga menjadi sumber zat berbahaya, ” ujarnya.
Ali Murthadho juga mengimbau para pedagang agar tidak lagi menggunakan atau membeli bahan baku dari produsen yang tidak memenuhi standar keamanan, serta meminta agar langkah-langkah penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku segera diimplementasikan guna melindungi keselamatan masyarakat.













