
Satusuaraexpress.co | Jakarta — Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengutamakan program pembangunan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat dalam proses pembahasan Pra Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Langkah ini disusun sebagai bentuk antisipasi jika kondisi fiskal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap konsisten dengan tahun sebelumnya, di mana terjadi efisiensi anggaran yang signifikan.
Menurut Yuke, apabila kondisi fiskal masih terbatas, setiap usulan program harus melalui proses pemantauan yang diukur dan diukur dengan cermat. Fokus utama pembangunan di ibu kota tetap diarahkan pada penanganan sejumlah permasalahan yang menjadi permasalahan utama yang dihadapi masyarakat.
“Seperti banjir, pengelolaan sampah, serta ruang terbuka hijau. Itu semua menjadi konsen kami,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Baca juga : Imigrasi Jaksel Deportasi Dua Warga Negara Asing yang Menyalahgunakan Izin Tinggal
Yuke menambahkan bahwa seluruh masukan yang disampaikan dalam forum Pra RKPD akan ditampung terlebih dahulu sebelum memasuki tahap pembahasan lebih lanjut. Selanjutnya, dalam pembahasan RKPD resmi, akan ditentukan format serta skala prioritas masing-masing program berdasarkan tingkat urgensi dari setiap permasalahan yang ada di wilayah DKI Jakarta.
Sampai saat ini, kata Yuke, belum dapat dipastikan apakah kondisi fiskal ke depan akan mengalami perbaikan. Oleh karena itu, pagu anggaran rata-rata yang diperkirakan masih mengacu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sebelumnya mengalami pemotongan sekitar Rp15 triliun.
“Kurang lebih acuannya masih seperti itu,” jelasnya.
Meski menghadapi keterbatasan yang potensial, Yuke tetap menunjukkan optimisme bahwa Komisi D bersama dengan dinas terkait dapat menyusun program pembangunan secara cermat dan terencana. Tujuannya adalah agar pembangunan pada anggaran tahun 2027 tetap mampu mengakomodasi kebutuhan serta aspirasi warga Jakarta.
“Mudah-mudah dinas juga melihat situasi yang ada, sehingga usulan yang disampaikan merupakan aspirasi masyarakat melalui musrenbang dan forum lainnya,” tandasnya.












