Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pada pagi hari Rabu (4/3/2026), kawasan Jalan Gatot Subroto, Setiabudi, Jakarta Selatan kembali menyaksikan kedatangan massa aksi unjuk rasa yang berkumpul di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia.
Kelompok yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP FSPMI) tampak mengisi area depan gerbang kantor tersebut dengan tujuan utama menuntut perbaikan kesejahteraan bagi buruh nasional.
Hingga pukul 10.22 WIB, berdasarkan pantauan langsung di lapangan, sekitar 100 orang telah berkumpul dengan teratur. Aksi ini diperintah langsung oleh Rohman dan Rifki Mubarok sebagai koordinator lapangan. Meskipun sebagian besar massa telah tiba, kegiatan orasi resmi belum dapat dimulai karena mereka masih dalam proses menunggu kedatangan rekan buruh dari berbagai wilayah yang belum sampai.
Baca juga : Aksi Bela Hak Pekerja: FSPMI Akan Turun ke Jalan di Depan DPR RI pada 4 Maret 2026
Di sekitar lokasi, petugas gabungan telah siap beraksi dengan melakukan pengawasan ketat dan pengamanan tertutup (pamtup). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian aksi berjalan dengan kondusif, sekaligus mencegah terjadinya gangguan pada arus lalu lintas yang biasanya ramai di kawasan Gatot Subroto.
Massa FSPMI datang dengan membawa sejumlah tuntutan krusial yang disampaikan secara tegas kepada pemerintah. Di antaranya adalah tuntutan terkait kesejahteraan upah yang mencakup penghapusan sistem outsourcing dan penolakan terhadap kebijakan upah murah.
Selain itu, mereka juga mendesak pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) sebagai bagian dari perbaikan regulasi ketenagakerjaan. Dalam hal kebijakan THR, massa meminta agar pembayaran Tunjangan Hari Raya dilakukan tanpa adanya potongan pajak PPh 21.
Baca juga : Rangkaian Mahasiswa Bakal Geruduk Mabes Polri Besok, Tuntut Reformasi Total Kepolisian
Isu industri juga menjadi fokus, di mana mereka menyatakan penolakan tegas terhadap impor mobil pick up dari India. Tak kalah penting, mereka mendesak pengaktifan kembali peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Kedatangan massa terlihat jelas dengan iring-iringan kendaraan yang terdiri dari satu unit mobil komando (Mokom) dengan nomor polisi B 9397 TDA, satu unit mobil logistik yang membawa perlengkapan, serta tiga unit bus besar yang mengangkut rombongan dari berbagai daerah. Berbagai atribut organisasi, terutama bendera afiliasi serikat buruh dari berbagai daerah, tampak berkibar tinggi di depan gerbang Kantor Kemenaker RI, memberikan kesan yang khas dari aksi unjuk rasa buruh.
Pihak kepolisian yang bertugas di lokasi terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi secara berkala. Hingga saat ini, kondisi di sekitar depan Kantor Kemenaker RI dilaporkan tetap terkendali dengan baik, dan massa masih dalam tahap konsolidasi sebelum memulai sesi orasi resmi yang akan menyampaikan tuntutan mereka secara lebih terperinci.













