Satusuaraexpress.co | Bogor – Ratusan pengemudi dan pengusaha angkutan kota (angkot) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Balai Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (22/1/2026) pagi.
Aksi yang dimulai pukul 09.40 WIB ini merupakan bentuk protes keras terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bogor terkait pembatasan usia operasional kendaraan yang mulai berlaku Januari 2026.
Massa aksi menilai kebijakan penghapusan angkot tua berusia di atas 20 tahun sangat memberatkan dan mengancam mata pencaharian ribuan pengemudi.
4 Tuntutan Utama Massa Aksi
Dalam orasinya, para sopir menyampaikan empat tuntutan krusial kepada Pemerintah Kota Bogor:
– Kelanjutan Program Peremajaan: Meminta Pemkot membuka kembali program peremajaan armada agar sopir bisa memperbarui unit tanpa dirugikan secara finansial.
– Hentikan Razia “Arogan”: Menolak tindakan penangkapan kendaraan oleh Dinas Perhubungan yang dinilai dilakukan secara sepihak dan arogan.
– Revisi Batas Usia Kendaraan: Meminta perpanjangan batas usia operasional kendaraan agar unit yang masih layak jalan tetap bisa beroperasi.
– Solusi Ekonomi: Menolak penghapusan angkot tua tanpa adanya solusi nyata bagi para sopir yang terancam menganggur.
Lumpuhkan Arus Lalu Lintas SSA
Aksi ini berdampak signifikan terhadap mobilitas warga. Kepadatan kendaraan terlihat mengular di kawasan Sistem Satu Arah (SSA) dan sekitar Balai Kota Bogor. Untuk mengantisipasi kemacetan total, personel dari Polresta Bogor Kota dikerahkan guna melakukan rekayasa lalu lintas situasional di titik-titik rawan.
Pihak aparat keamanan mengimbau warga untuk sementara waktu menghindari jalan protokol menuju arah Balai Kota Bogor dan mencari jalur alternatif guna menghindari terjebak kemacetan.
Potensi Kericuhan Diwaspadai
Hingga berita ini diturunkan, pengamanan di depan Balai Kota diperketat. Pihak berwenang mencatat adanya potensi kericuhan jika tuntutan massa tidak segera ditanggapi oleh pihak eksekutif. Para sopir menegaskan bahwa kebijakan penghapusan angkot tanpa solusi komprehensif hanya akan menimbulkan masalah sosial ekonomi baru di Kota Bogor.













