Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Kemendikdasmen: Fokus pada Akses dan Kualitas PAUD di Setiap Desa

migrated 689726edab45b
Mendikdasmen Abdul Mu`ti.

Satusuaraexpress.co | Jawa Barat — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan target agar program Wajib Belajar (Wajar) 1 Tahun Prasekolah berjalan dengan dua fokus utama: pendirian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di setiap desa dan peningkatan kualitas guru PAUD.

Dalam kunjungan ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Sabtu (20/12/2025), Mendikdasmen Abdul Mu`ti menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat PAUD sebagai landasan membangun sumber daya manusia unggul, bukan hanya dengan menambah jumlah taman kanak-kanak (TK) tetapi juga meningkatkan mutu para pendidiknya.

Sebagai wujud perluasan akses, Kemendikdasmen meluncurkan gerakan nasional “Satu Desa Satu PAUD” yang bertujuan memastikan setiap desa di Indonesia memiliki minimal satu lembaga PAUD berkualitas. Program ini bertindak sebagai upaya pemerataan akses pendidikan dini, pencegahan stunting, pengembangan karakter anak, dan peningkatan kualitas SDM sejak usia emas. Pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga berperan aktif dalam program ini, dengan pemanfaatan dana desa untuk sarana prasarana, pelatihan guru, dan operasional.

“Wajar 13 tahun dimulai dari TK dan target kami 1 desa minimal 1 TK,” terang Mu`ti.

Dukungan infrastruktur juga diberikan melalui anggaran revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp16,9 triliun untuk 16.175 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada tahun ini, dengan progres yang mencapai 99 persen. Dalam kunjungan ke Kuningan, Mendikdasmen meresmikan TK Labschool di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Kuningan. Rencananya tahun 2026, sekitar 71 ribu satuan pendidikan akan direvitalisasi, dengan prioritas pada sekolah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Baca juga : Siapkan 671 Charger SPKLU, Pastikan Perjalanan Nataru Aman bagi Pengguna Kendaraan Listrik

Selain akses, peningkatan kualitas menjadi fokus penting. Direktur PAUD Nia Nurhasanah menyebutkan tiga strategi utama implementasi Wajar 1 Tahun Prasekolah: perluasan akses melalui pembangunan unit baru dan PAUD-SD satu atap, peningkatan mutu melalui akreditasi dan pembelajaran holistik integratif, serta peningkatan tata kelola melalui regulasi dan dukungan anggaran.

“Kunci keberhasilan seluruh program prioritas Kemendikdasmen adalah Partisipasi Semesta,” ujarnya.

Pendapat ini sejalan dengan pandangan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar yang menyatakan pendidikan sebagai investasi peradaban, yang diimplementasikan dengan memasukkan nilai luhur lokal seperti Kurikulum Muatan Lokal Gunung Ciremai.

Kemendikdasmen juga memberikan dukungan langsung kepada peserta didik dan guru. Mulai tahun 2026, anak TK akan menerima Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp450 ribu per orang, yang menjangkau sekitar 888 ribu peserta didik layak. Untuk guru, tahun 2025 telah diberikan beasiswa D4/S1 kepada lebih dari 12 ribu orang, dengan target peningkatan menjadi 150 ribu tahun depan.

Guru yang memenuhi kualifikasi D4/S1 dapat mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan jika memenuhi syarat akan mendapatkan sertifikasi serta tunjangan sebesar Rp2 juta per bulan untuk non-ASN atau sesuai gaji pokok untuk ASN.

Sebagai inovasi media pembelajaran, Kemendikdasmen juga meluncurkan album lagu Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) pada Minggu (2/2/2025). Album yang berisi 10 lagu ini dihasilkan dari lomba yang diikuti lebih dari 400 guru PAUD pada 2024 dan telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tujuan KICAU adalah memberikan lagu yang sesuai umur anak PAUD yang menanamkan karakter, cinta tanah air, dan cinta alam, sehingga anak bisa belajar matematika dan nilai baik sambil menyanyi.

“Anak-anak TK itu harusnya menyanyikan lagu Pelangi-pelangi, bukan lagu dewasa,” pungkas Mu`ti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *