Aksi 711: Konvoi Ojol Kawal Perpres, Suarakan Aspirasi untuk Keadilan

sejumlah pengemudi ojek daring ojol yang tergabung dalam koalisi ojek online nasional melakukan demo di depan gedung dprmpr ja 7 169
Driver ojek online menggelar unjuk rasa.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Semangat militansi dan persatuan membara di kalangan pengemudi ojek online (ojol) se-Jabodetabek. Aliansi dari berbagai komunitas ojol, anggota Unit Reaksi Cepat (URC), aktivis ojol, dan para pejuang mandiri (single fighter) bersatu padu menyuarakan aspirasi mereka dalam Aksi 711.

Aksi ini merupakan konvoi besar-besaran yang bertujuan mengawal Peraturan Presiden (Perpres) Ojol agar berkeadilan bagi seluruh pengemudi.

Aksi 711 URC Bergerak akan dilaksanakan pada Jumat (7/11/2025) dengan titik kumpul di Lapangan Banteng dan tujuan Istana Presiden.

Baca juga : Konfederasi KASBI Ajak Anggotanya Gelar Aksi Nasional di Gedung DPR RI

Ribuan pengemudi ojol diperkirakan akan turun ke jalan, bergerak dari Lapangan Banteng menuju Istana Presiden. Mereka membawa misi penting: memastikan suara ojol asli didengar dan diperjuangkan dalam penyusunan Perpres.

Menolak Intervensi Pihak Luar

Aksi ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran para pengemudi ojol terhadap potensi intervensi pihak-pihak non-ojol dalam mengatur nasib mereka. Para pengemudi ojol menegaskan bahwa mereka sendiri yang paling berhak menentukan arah dan masa depan profesi mereka.

Tuntutan Konkret untuk Perpres yang Berkeadilan

Dalam aksi ini, para pengemudi ojol akan menyampaikan sejumlah poin aspirasi penting kepada pemerintah, antara lain:

1. Menolak Potongan 10% dalam Perpres: Para pengemudi ojol merasa bahwa potongan sebesar 10% akan memberatkan mereka dan mengurangi pendapatan yang sudah minim.

2. Menolak Mitra Dijadikan Pekerja/Buruh: Status mitra dinilai lebih fleksibel dan memberikan kebebasan kepada pengemudi ojol dalam menjalankan pekerjaan mereka.

3. Menolak Jam Onbid Diatur atau Ditentukan (Fleksibel): Pengaturan jam kerja dianggap akan menghilangkan fleksibilitas yang menjadi daya tarik utama profesi ojol.

4. Menolak Draft Perpres yang Didorong oleh Oknum-Oknum Non-Ojol: Para pengemudi ojol ingin memastikan bahwa Perpres yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kepentingan dan kebutuhan mereka, bukan kepentingan pihak lain.

5. Meminta Terbitkan Payung Hukum Ojol yang Berkeadilan Bagi Semua Pihak: Para pengemudi ojol mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan payung hukum yang jelas dan berkeadilan, yang melindungi hak-hak mereka sebagai pengemudi ojol.

Saatnya Ojol Bersatu

Aksi 711 ini menjadi momentum bagi seluruh pengemudi ojol untuk bersatu padu demi mencapai tujuan bersama: keberlangsungan profesi ojol yang berkeadilan. Para pengemudi ojol percaya bahwa hanya dengan persatuan danSolidaritas, mereka dapat memperjuangkan hak-hak mereka dan menentukan nasib mereka sendiri.

“Nasib ojol biarkan ojol sendiri yang tentukan, bukan serikat pekerja/buruh manapun yang mengatur nasib kami,” tegas salah seorang koordinator aksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *