Dugaan Keracunan Massal, SDN Meruya 01 Hentikan Sementara Pasokan Makan Bergizi Gratis

IMG 20251101 170628 750 2665307970
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — SDN Meruya 01, yang terletak di Kembangan, Jakarta Barat, mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara pasokan Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah insiden dugaan keracunan yang menimpa 20 siswanya.

Kepala Sekolah SDN Meruya 01, Siti Sofyatu, mengonfirmasi keputusan ini melalui sambungan telepon pada hari Sabtu.

“Memang lagi disetop dulu kan, selama beberapa hari disetop dulu. Kami bakal evaluasi kejadian diduga keracunan ini,” ujar Siti.

Kejadian ini bermula pada hari Rabu, saat sekolah tersebut baru menerima jatah MBG untuk ketiga kalinya. Sebanyak 20 siswa menunjukkan gejala keracunan setelah menyantap menu MBG yang terdiri dari mi, telur kecap, puding, dan beberapa item lainnya.

Baca juga : Gugatan Cerai Talak Suami Gadis Fayrus Dicabut, Ini Kata Kuasa Hukum Machi Achmad

“Itu pas hari Rabu sih, hari ketiga kami dapat MBG. Ada 20 siswa (yang diduga keracunan),” jelas Siti.

Gejala yang dialami oleh puluhan siswa tersebut meliputi mual dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG. Siti menjelaskan bahwa tujuh siswa dilarikan ke RSUD Kembangan karena Puskesmas Kembangan sedang penuh. Sementara itu, 13 siswa lainnya ditangani oleh dokter di ruang unit kesehatan sekolah karena kondisinya tidak terlalu parah.

“Tujuh anak dibawa ke RSUD Kembangan, karena waktu itu Puskesmas Kembangan kan lagi penuh. Sementara 13 anak lainnya ditangani oleh dokter di ruang unit kesehatan sekolah. Artinya tidak terlalu parah,” ungkap Siti.

Meskipun hasil laboratorium belum keluar, pihak sekolah menduga bahwa penyebab keracunan berasal dari mi atau puding yang disajikan dalam menu MBG. Siti menuturkan bahwa puding tersebut memiliki aroma yang kurang sedap.

Baca juga : Kurangi Polusi Mikroplastik, Pabrik RDF Pemprov DKI Bangun dan PSEL

“Sampai saat ini sih hasil labnya belum keluar ya. Tapi diduganya kalau enggak mi, ya puding sih. Pudingnya itu agak bau sangit. Ada sebagian sih, jadi enggak semua. Jadi ketika saya cium, saya dikasih sampel dua itu ya, yang satu wangi, yang satu agak bau sangit. Anak-anak udah diingatkan agar tidak usah dimakan, tapi ya namanya anak-anak ya,” kata Siti.

Kabar baiknya, seluruh siswa yang diduga mengalami keracunan telah mendapatkan perawatan yang memadai dan sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Mereka bahkan sudah kembali bersekolah pada hari berikutnya.

“Sudah aman sekali. Bahkan habis kejadian besoknya mereka langsung masuk semua. Jadi saya sudah konfirmasi, sudah panggil mereka (orang tua siswa), ngobrol sama anak-anak juga, sama orang tuanya juga. Aman sih, nggak ada masalah apa-apa di sekolah,” pungkas Siti.

Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah dan dinas terkait untuk mengevaluasi dan memastikan keamanan serta kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *