Satusuaraexpress.co | Jakarta — Menteri P2MI (Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia), Mukhtarudin, tengah merancang sebuah cetak biru besar untuk ekosistem pekerjaan migran. Visi ini mencakup seluruh siklus, dari rekrutmen hingga reintegrasi pekerja migran, dengan fokus pada perlindungan dan peningkatan kualitas hidup.
“Sejak awal proses rekrutmen, perlindungan pekerja migran menjadi prioritas. Pemerintah menyiapkan lokasi dan program pelatihan yang komprehensif untuk membekali calon pekerja migran dengan pengetahuan, keterampilan, dan mental yang kuat, ” kata Mukhtarudin, Jumat (24/10/2025).
Mukhtarudin menyebut pelatihan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BP3MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia), SMA, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah. Dalam penempatan, Kementerian P2MI bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memetakan dan memilih negara-negara tujuan yang memberikan jaminan sosial dan perlindungan yang baik bagi pekerja migran.
Baca juga : KemenP2MI dan Kemenlu Kerjasama Perkuat Pelayanan dan Pelindungan PMI
Mukhtarudin menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengirim pekerja migran ke negara-negara konflik atau negara yang tidak memiliki regulasi dan jaminan sosial yang memadai.
“Bagi saya, bukan soal angka, berapa jumlah yang ditempatkan. Tapi berapa anak-anak bangsa yang bekerja secara berpartisipasi di negara ini, punya jaminan sosial yang bagus,” tegas Mukhtarudin.
Menteri Mukhtarudin menekankan pentingnya keterkaitan antara pelatihan, sertifikasi, dan penempatan. Program pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di negara tujuan, dan sertifikasi harus relevan dengan sektor pekerjaan yang diminati. Sistem pendidikan vokasi juga perlu ditingkatkan untuk mendukung program ini.
Baca juga : DLH DKI Jakarta Gencarkan Edukasi Pilah Sampah Door to Door
Mukhtarudin memiliki visi untuk meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia dari low skill menjadi medium high skill workers. Untuk mencapai hal ini, Kementerian P2MI akan mengintegrasikan program vokasi di pusat dan daerah, serta bekerja sama dengan berbagai kementerian teknis dan pemerintah daerah.
“Dengan visi yang jelas, kerja keras, dan kolaborasi yang kuat, KP2MI bertekad untuk mewujudkan ekosistem pekerjaan migran yang lebih baik bagi Indonesia, ” tutupnya.













